Pengakuan Iman

“Barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga” (Mat 10:33)

21 Juni 2020 Minggu Biasa XII



Pengakuan Iman

Mencari selamat diri sendiri tampaknya menjadi gejala umum sepanjang sejarah umat manusia. Ancaman terhadap eksistensi diri menjadi pemicu dan pendorong orang berbuat sebaliknya. Orang menjadi berani berkata tidak jujur demi mengejar keuntungan diri sendiri.

Kehidupan umat beriman di tengah dunia sering tampak salah tingkah. Mau berbuat amal kasih dengan tulus terhadap sesama dibayang-bayangi kecurigaan maksud lain. Berbuat baik sering kali justru berbuah ketidakbaikan. Ini yang membuat umat beriman tampak memilih sikap membiarkan sesamanya.

Matius mewartakan bahwa umat beriman haruslah tetap memilih untuk menunjukkan siapa dirinya. Meskipun ada berbagai tantangan bahkan ancaman, umat beriman seharusnya tetap mengakui diri sendiri sebagai pengikut Kristus. Umat beriman tidak boleh menyangkalnya. Penyangkalan tidak sekadar membawa konsekuensi dari Kristus, tetapi penting diperhatikan justru akan mengaburkan atau menghilangkan kejatidirian umat beriman sebagai pengikut Kristus. Umat beriman akan terkikis oleh penyangkalannya sendiri.

“Biarlah orang lain tahu bahwa diriku seorang pengikut Kristus” menjadi bahan refleksiku yang saya tawarkan untuk direnungkan. Di tengah masyarakat yang cenderung seragam dan memertahankan keseragaman, aku pun harus merefleksikan kecenderungan itu dalam diriku sendiri. Bukankah aku sebenarnya juga cenderung senang dan memertahankan keseragaman? Bukankah aku cenderung menolak perbedaan-perbedaan yang ada? Oleh karena itu, tatkala aku menyadari bahwa diriku berbeda dengan yang lain, aku pun seharusnya menyadari bahwa diriku akan dibayangi oleh penolakan sebagaimana diriku sendiri demikian juga. 

Oleh karena itu, di tengah masyarakat yang sudah menerima keunikan individual, perbedaan satu sama lain seharusnya tidak menjadi masalah atau persoalan yang menimbulkan gesekan sosial. Jikalau masih begitu kental keseragaman yang menolak atau menyingkirkan perbedaan, maka menjadi tantangan tersendiri bagi umat beriman untuk mengembangkan masyarakatnya. Menyatakan diri sebagai pengikut Kristus tentu sangatlah baik agar masyarakat tahu dan dalam interaksi sosial tentunya akan memahami ada yang lain, yang berbeda dengan keyakinan umum. Tantangan lanjutan bagi umat beriman sejauh perjalanan hidupku aku pahami adalah bagaimana saya membuat orang lain tahu dan memahami tentang “pengikut Kristus”. 

Saya yakin bahwa saya bisa melakukan dan anda pun demikian. Semoga demikian. Amin


Penulis : Slamet Harnoto  & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online] Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Pengakuan Iman"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel