Menyesali Kelahiran Anak?

24 Juni 2018 HARI RAYA KELAHIRAN YOHANES PEMBAPTIS

“Namanya adalah Yohanes " (Luk 1:63)

Menyesali Kelahiran Anak?

Baik diperhatikan fenomena yang ada: orangtua menyesali kelahiran anak setelah anak sudah dewasa. Apakah Anda salah satunya?


Kelahiran Yohanes sangatlah menarik diperhatikan; “Tidak UMUM”. Ibu-bapanya sudah lanjut usia. Namanya tidak sesuai kebiasaan masyarakat Yahudi. Ketidakumuman ini membuat banyak orang bertanya-tanya: “Mau jadi apa anak ini?”

Para orangtua beriman tentu tidak melupakan peran Allah di dalam kelahiran seorang anak manusia ke dunia. Meskipun kedua orangtua secara medis-biologis mewariskan segala sesuatunya pada hidup anaknya, namun perjalanan hidup seorang anak tidak selalu menunjukkan hal-hal yang berasal dari kedua orangtuanya. Pengaruh teman pergaulan dan alam pikir masyarakat pada akhirnya harus diperhatikan. Yang yang mendasar bagi umat beriman adalah “peranan Allah dalam kelahiran dan hidup seorang anak manusia”. Jikalau Allah tidak menghendaki, apakah akan terlahir seorang anak manusia? Demikian pula sebaliknya, jika Allah menghendaki kelahiran seorang anak manusia, tiada yang mampu menghalanginya.

Peringatan kelahiran Yohanes Pembaptis dapatlah dipakai untuk mengingatkan diri sendiri akan karya Allah dalam hidup seorang anak manusia. Janganlah menyesali kelahiran seorang anak karena ketika menjadi dewasa ternyata tidak sesuai dengan harapan orangtua. Menyesali kelahiran anak bukankah sama artinya menyesali kehadiran dan karya Allah dalam hidup seorang anak?

By Slamet Harnoto

0 Response to "Menyesali Kelahiran Anak?"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel