Jangan Putus Asa

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Mat 11:28)


5 Juli 2020                                                                                                                                              Minggu Biasa XIV
Jangan Putus Asa!

Hampir satu bulan aku mengecat rumah tiga lantai. Mesti dibantu oleh tiga orang anggota rumah, namun karena mereka memiliki kesibukan masing-masing dan tidak tahu bagaimana cara mengecat yang baik, tetap saja belum dapat menutup semua permukaan dinding. Aku sendiri mengerjakannya tidak seperti tukang yang seharian penuh mengecat. Mengecat rumah bagaikan sambilan di sela waktu karena didorong keinginan untuk memiliki rumah yang bersih dan tampak enak dipandang.

Satu hal menarik kuperhatikan dari ketiga orang yang membantuku adalah bahwa mereka tergesa untuk menyelesaikan pengecatan. Mereka tampak putus asa tatkala pengecatan suatu ruangan belum selesai sementara mereka sudah kecapaian. Pada akhirnya pemborosan cat dan ketidakrapian menampakkan diri pada tembok. Mereka maunya satu lapis saja cukup dalam mengecat. Sudah kuberitahukan cara pengecatan yang tidak boros cat dan rapi serta tidak terlalu melelahkan, tapi mereka tetap mengalami kesulitan.

Menarik untuk diperhatikan pewartaan Matius. Yesus mengajarkan bagaimana mengenal Bapa. Sikap orang kecil di hadapan Bapa menjadi “prasyarat mutlak” untuk menerima Bapa. Keterbukaan utuh dan penuh haruslah terjadi agar dapat menerima kebijaksanaan ilahi. Kepenuhan penerimaan tentu diiringi juga dengan pengertian dan pengenalan akan Bapa. Hal ini penting tatkala orang menjalani hidup secara konkret yang penuh tantangan (dan tantingan). Yang harus diperhatikan adalah bahwa Yesus tidak pernah mengambil alih beban hidup orang lain. Ia mengundang semua orang untuk datang kepadaNya dan mengajari cara untuk memanggul “beban kehidupan”. Ia akan menunjukan jalan agar orang “enjoy” dalam menjalani hidup dengan kuk yang terpasang.

Maka, tidak alasan untuk berputus asa bagi para pengikut Kristus. Selalu ada jalan keluar tatkala perjalanan hidup menemui jalan buntu. Yesus menunjukkan jalan melalui berbagai jalan. Suatu saat ada sesama yang mau membagikan pengalaman hidupnya. Suatu saat ada sesama yang ikhlas berbagi pengetahuannya. Suatu saat ada sesama yang ikhlas membagikan hartanya. Selalu ada jalan bagi mereka yang mau datang kepada Yesus.

Dikembalikan ke mereka yang membantu pengecatan, rasaku kesabaranku untuk membimbing mulai menampakkan hasilnya. Mereka mulai bisa membedakan hasil pengecatan yang bagus dan yang jelek. Mereka pun tampak menggunakan cara pengecatan yang aku lakukan. Jika ditatapkan dengan pewartaan Matius, rasaku baik untuk para pengikut Kristus untuk memiliki kesabaran utuh dan penuh agar mampu sungguh menjadi sahabat bagi sesama. Bagaimanapun, para pengikut Kristus pun mengalami sentuhan kasih dari sesama, sehingga kesabaran yang dilandasi kasih juga penting dalam pergaulan dengan sesama. Semoga persahabatan di dunia ini terjalin mesra dalam kehidupan para pengikut Kristus dan dengan sesama. Amin.

~o0o~

Penulis : Slamet Harnoto & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online] Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Jangan Putus Asa"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel