Kerajaan Allah dan Dunia Tumbuh Bersama

Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya” (Mat 13:41)


19 Juli 2020                                                                                                                              Minggu Biasa XVI
Kerajaan Allah dan Dunia Tumbuh Bersama

Pernahkah Anda bertanya: “Mengapa kejahatan terus berlangsung? Mengapa ada penyakit terus?”

Teringat olehku bagaimana bapak sangat ingin sembuh dari sakit jantungnya. Ke sana ke mari ia mengikuti nasihat orang-orang tentang pengobatan. Tidak hanya secara medis, tetapi juga pengobatan alternatif dijalankan bapak sebagaimana orang-orang menasihatinya. Tak jarang, justru setelah berobat alternatif bapak masuk rumah sakit. Mungkin ... aku tidak tahu isi hati bapak ... setelah ke sana ke mari berobat tetap tidak sembuh, bapak berpasrah (menyerah). Di titik inilah aku temukan bagaimana bapak semakin segar, meski harus tiga kali setiap hari minum obat dari dokter jantung. Di titik inilah aku menemukan bahwa pada akhirnya bapak bisa menerima hidup dengan penyakit, meski dengan demikian bapak harus rajin minum obat (untuk menghindari sakit).

Apa yang kutemukan pada bapak hingga kini menjadi rumus dan pedoman diriku sebagai orang beriman. Aku tidak pernah memertanyakan mengapa kejahatan terus berlangsung, atau orang jahat justru menemui jalan lancar. Keberimananku eksklusif urusanku pribadi dengan Tuhan. Keberimanku berarti bahwa aku harus menerima hidup bersama dengan yang tidak beriman sekalipun. Keberimananku menuntutku menjalani hidup dalam kebersamaan dengan sesamaku.

Perumpamaan Yesus yang diwartakan Matius menunjukkan bahwa pada berakhirnya waktulah segala sesuatunya menjadi terang benderang. Sudah menjadi kehendak ilahi bahwa Kerajaan Allah tumbuh dan berkembang bersama dengan dunia yang tidak pernah mengenal dan mengenali Allah. Pada waktunya nanti akan dipisahkan buah-buah Kerajaan Allah dan keduniawian. Di sini lebih lanjut aku menangkap bahwa pembaruan ilahi terjadi dengan pemisahan antara “gandum” dan “ilalang”. Oleh Allah sendiri, “gandum” dibiarkan terus tumbuh dan berkembang; sementara “ilalang’ dibakar habis. Itu artinya, bahwa pembaruan ilahi pada berakhirnya waktu akan menunjukkan kemurnian hidup ilahi. Tentu saja, di sanalah dipancarkan kemuliaan anak-anak Allah.

Bagi umat beriman, kiranya baik direnungkan: pertama, orang baik dan benar tetap menjalani hidup bersama dengan orang-orang jahat. Dalam hal ini, umat beriman mendapatkan tantangan bahwa pada akhirnya segala sesuatu ada dalam naungan kasih ilahi. Segala sesuatu dibiarkan hidup dan berkembang. Umat beriman ditantang untuk tetap setia dalam pertumbuhan iman. Kedua, biarlah Allah, Sang Pemilik Segala Sesuatu, menerima persembahan hidup suci umat beriman. Bagaikan gandum, buah-buah kehidupan umat beriman akan diterima oleh Allah. Maka, tidaklah sia-sia bahwa umat beriman terus-menerus memberikan kesaksian hidup tentang Kerajaan Allah.

Semoga demikian!
Amin.

~o0o~

Penulis : Slamet Harnoto & Publisher : F,X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online] Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Kerajaan Allah dan Dunia Tumbuh Bersama"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel