Kebersamaan Dengan Allah Dalam Keluarga !


27 Desember 2020                                                                                                                      Pesta Keluarga Kudus

“Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea” (Luk 2:39)

Kebersamaan Dengan Allah dalam Keluarga!

Mencermati kehidupan komunikasi antar-pribadi keluarga kakak-kakakku, aku merasa penting menempatkan pembebasan Allah bagi umat manusia. Perayaan Natal yang disambung dengan Pesta Keluarga Kudus jelas bagiku akan rahmat pembebasan dari berbagai kesulitan dan keterputusan komunikasi hidup manusia. Rapuhnya komunikasi yang tampak dari konflik berkepanjangan rasaku menunjukkan ramat ilahi yang terhambat atau bahkan tersingkirkan. Rahmat yang tersembunyikan oleh kedirian tidak akan pernah mampu membuka hati akan kehadiran orang atau pribadi lain. Kehadiran orang lain hanyalah bayangan gelap dalam batinnya.

Pesta Keluarga Kudus bagiku tidak sekadar mengingatkanku akan ketaatan pada hukum ilahi (agama?) yang tidak jarang justru membelenggu makna dan perwujudan dari pembebasan Allah. Membangun keluarga dalam kebersamaan dengan Allah justru merupakan kesempatan tanpa batas untuk mengembangkan rahmat Allah. Mereka yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga merupakan lingkaran dekat di batinku. Kehadiran mereka sehari-hari merupakan kehadiran kasih ilahi dalam hidupku. Keterpurukan hidup sering kali terhibur dengan menatap wajah-wajah mereka. Kehadiran mereka di dalam batinku menyadarkanku untuk tetap berdiri kokoh meski sakit dan membutuhkan mereka.

Bagaikan iklan sebuah teh celup, aku harus memperhatikan momen. Dengan kehadiran Allah dalam hidup manusiawi, Allah terbatasi oleh momen-momen hidup konkret. Ia haruslah aku hadirkan pada momen yang tepat agar mereka yang hadir dalam satu rumah denganku dapat merasakan kehadiran nyata Yang Ilahi. Tidak jarang aku pun harus membuka mata dan telinga agar mampu melihat dan mendengar kehadiran ilahi melalui orang-orang di sekitarku.

Tak kusangkal bahwa carut-marut komunikasi keluarga kakakku mempengaruhi diriku. Itu bagaikan penyakit menular yang menuntutku untuk isolasi mandiri karena sudah tertular. Aku harus mengambil jarak sungguh daripadanya, untuk mengolah diri, untuk menyembuhkan batinku, agar bisa kembali hadir dan memberikan kesaksian akan kesembuhan. Ya ... kesembuhan dari luka-luka yang diakibatkan oleh carut-marutnya komunikasi antar-pribadi. Bagiku, itu buah dari rahmat pembebasan yang secara nyata merupakan kehadiran Allah dalam kebersamaan keluarga.

Selamat Pesta Keluarga Kudus. Amin.

~o0o~


Penulis : Slamet Hartnoto & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online] Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Kebersamaan Dengan Allah Dalam Keluarga !"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel