Mengenang 100 hari Alm. Bapak Yohanes Welly

Selasa malam 27 Agustus 2013 lalu, di lingkungan St. Petrus 2 perumahan Taman Harapan Baru diadakan misa arwah untuk memperingati 100 hari meninggalnya Bapak Yohanes Welly.
Misa arwah yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dipimpin oleh Romo Yonas Manue Hunu, SVD. Dan dihadiri oleh lebih dari 70 umat yang terdiri dari umat lingkungan St. Petrus sendiri dan beberapa lingkungan di perumahan Harapan Indah dan sekitarnya.


Dalam homilinya Romo Yonas berbicara tentang perumpamaan jamuan kawin, yaitu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Banyak orang diundang ke dalam perjamuan kawin itu, tetapi banyak yang tidak datang dan juga tidak mengindahkan undangan tersebut. Dan ketika hamba-hamba dari raja itu mengumpulkan orang dari jalan-jalan, maka penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Tetapi ada seorang yang datang ke perjamuan tersebut dengan tidak mengenakan pakaian pesta dan raja itu mencampakkannya ke dalam kegelapan yang paling gelap.

 
 
 
Dengan perumpamaan ini, Romo Yonas mau mengatakan bahwa, pakaian adalah sesuatu yang melekat pada tubuh kita. Sesuatu yang akan terus kita bawa atau pakai bahkan sampai kita mati. Pakaian pesta yang dimaksud adalah perbuatan-perbuatan kita selama kita hidup di dunia ini. Apakah kita sudah layak untuk ikut dalam perjamuan pesta yang Tuhan adakan kelak. "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."


Fransiska Sandra

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel