MENEGUR SECARA BERMARTABAT


















MENEGUR SECARA BERMARTABAT (Mat 18:15-20)

Tidak dapat dipungkiri bahwa menegur suami, istri, anak, orang tua, teman, suster, imam dan umat yang bersalah bukanlah hal mudah. Ada orang yang tidak mau menerima teguran, dan ada banyak teguran yang disampaikan dengan cara yang tidak bijaksana misalnya di depan umum dan dengan kata-kata kasar.

Yesus memberikan tiga tahap menegur. Saya hanya mengangkat yang pertama. Pertama-tama, teguran itu harus dimulai di bawah empat mata agar teguranmu itu tidak mempermalukan. "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata." (Mat 18:15). Berbicaralah dengan dia sebagai sahabat, bukan sebagai musuh. Teguran janganlah menjadi kesempatan untuk menghabisi yang bersalah. Niat suci teguran hendaknya dipegang teguh yakni mendapatkan kembali saudara kita laksana seekor domba yang hilang (ayat 15b).

Sejak lama kita berusaha untuk mempraktekkan ajaran Yesus ini. Mungkin tidak mudah. Dari inspirasi Sabda Yesus dan pengalaman harian, saya merumuskan "iman" pribadi saya ini: teguran yang bermartabat adalah teguran yang disampaikan untuk tujuan yang baik, dengan cara yang simpatik dan elegan dan pada tempat serta waktu yang tepat. "Janganlah membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegurnya." (Im 19:17).

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD (QC, 13/8/14)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel