Aku diPanggil dan Diutus

Bertepatan dengan Minggu Panggilan 2018, Para pengurus lingkungan yang lama dan calon pengurus lingkungan yang baru se-wilayah Fransiskus Asisi mengadakan rekoleksi di Rumah Doa Guadalupe Duren Sawit, Jakarta Timur ada tanggal 21dan 22 April yang lalu. Menurut ketua panitia rekoleksi, Nendya Adi Nugroho: “Situasi kami yang mobilitasnya sangat tinggi ini satu sisi menjadi kesempatan dan peluang untuk kehidupan keluarga yang lebih sejahtera, tetapi di sisi lain juga merasakan kekeringan rohani. Situasi perjalanan yang macet, jauhnya jarak tinggal dan tempat bekerja menambah lengkap situasi kami. Situasi ini juga berimbas pada peran dan tugas pelayanan kami baik di lingungan maupun di wilayah. Kami perlu untuk bertemu, sharing, saling berbagi beban dan peran” katanya ketika dihubungi tim Majalah Sanctus. 

Peserta Rekoleksi Wilayah Franciscus Asisi. Photo by Hanggay

Lebih lanjut, Pak Nendya begitu dia disapa oleh umat yang lain mengatakan bahwa mereka umat Fransiskus Asisi datang dari berbagai daerah untuk hidup di Bekasi. Latar belakang pekerjaan itulah yang menjadi alasan terbesar kami untuk hidup bermasyarakat dalam kebersamaan di sebuah wilayah Gerejani bernama Wilayah Fransiskus Asisi yang dalam tiga tahun terakhir setelah proses pembentukan Paroki baru masuk dalam Gereja St. Albertus Agung Paroki Harapan Indah, katanya dengan berapi-api. 

“Itulah titik berangkat keprihatinan kami sebagai pelayan lingkungan dan wilayah di samping juga tugas paroki. Keprihatinan itu juga yang mendorong kami untuk saling menguatkan dalam pelayanan. Ini moment yang pas ketika pengurus lama akan mengakhiri purna tugas dan pengurus baru akan melanjutkan pelayanan ke depan. Perlu semangat, dukungan dan partisipasi dari semua umat. Untuk itulah kami akan mengadakan rekoleksi untuk semua pengurus lama dan baru dan beberapa keluarga yang selama ini terlibat dalam pelayanan agar ke depan semakin terbuka terhadap gerak roh, terkordinasi dalam pelayanan, dan semakin rendah hati dalam melayani sesama kami. Adapun rekoleksi yang yang menjadi titik permenungan adalah bagaimana membangun fondasi pelayanan umat” sambungnya 

Bapak Theodorus Sugiharta sedang memfasilitasi peserta rekoleksi. Photo by Hanggay

Rekoleksi dibimbing oleh Sr. Yasinta, CIJ dan beberapa umat yang kebetulan berprofesi sebagai guru seperti Bu Anna WS (SMA Kanisius), Pak Theo (Strada), dan Pak Sigit (SMP MArsudirini Cawang). 

Rekoleksi sendiri dihadiri sekitar 36 peserta yang terdiri atas pengurus lama dan calon pengurus baru dari enam lingkungan, yaitu Lingkungan Fransiskus Asisi 1 sampai 6. Dibantu oleh OMK Wilayah sebagai seksi acara menjadikan suasana rekoleksi terasa “gayeng”. Ada begitu banyak permainan yang mengantar pada bahan permenungan. Seorang ketua Lingkungan Fransiskus Asisi II, Yustinus Suyud membagi pengalamannya demikian, “materi yang disajikan narasumber dari sesi per sesi yang berkualitas sehingga menambah wawasan bagi diri saya dan peserta rekoleksi pada umumnya. Di samping itu juga permainan yang disajikan OMK sangat menghibur dan memnghilangkan rasa penat. Kata Pak Suyud setelah usai rekoleksi. 

Semoga para pengurus lingkungan dan wilayah yang baru terus berkobar-kobar dalam melayani umat demi Gereja yang hidup, Gereja yang menjadi Ibu bagi seluruh umatnya. (Thomas Diman) 



0 Response to "Aku diPanggil dan Diutus "

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel