Gembala yang Memersatukan

22 Juli 2018 HARI MINGGU BIASA XVI 

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka" (Mk 6:34) 

Gembala yang Memersatukan 

Gambaran Alkitab tentang gembala menunjuk pada peranan (seseorang) yang menjadi pemimpin bagi suatu bangsa, dalam Perjanjian Lama tentunya menunjuk pada Bangsa Israel. Kitab Nabi Yeremia menunjukkan bagaimana peranan seorang pemimpin bangsa seharusnya memersatukan seluruh bangsa. Dalam Kitab ini, ditampilkan keadaan keterceraiberaian Bangsa Israel karena kegagalan pemimpinnya dalam “menggembalakan”. Pemimpin seharusnya mampu menjaga “domba-domba”, bukan justru menceraiberaikan (cf. Yer 23:3). Allah mengutuk “gembala” yang demikian dan akan bertindak sendiri (cf. Yer 23:1, 3). 

Markus menunjukkan bagaimana tindakan Allah itu terpancar dalam pribadi Yesus. Meski DiriNya dan para muridNya kelaparan karena banyak waktu demi pelayanan, mereka tetap menyediakan diri bagi kehadiran orang banyak. Yang menonjol dari pribadi Yesus adalah “belaskasih”. Gembala sejati digerakkan oleh “belaskasih”, bukan keserakahan atau kepentingan pribadi (cf. Mk 6:34). 

“Belas kasih” itulah kiranya yang menghancurkan “tembok pemisah” sebagaimana ditunjukkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. Paulus menunjukkan bahwa “perseteruan” antar-umat manusia berakar pada perseteruan dengan Allah. Perseteruan itulah “tembok pemisah”-nya. Dalam dan melalui salib Kristus, tembok pemisah itu telah dihancurkan, dan Kristus telah mendamaikan antara Allah dan umat manusia, dan antar-umat manusia (cf. Ef 2:14-16). 

Umat beriman telah menerima anugerah damai sejahtera itu. Hidup umat beriman merupakan saat untuk mengungkapkan dan mewujudkan damai sejahtera dalam realitas. Setiap umat beriman dipanggil untuk menjadi gembala, yang membawa damai sejahtera, di bawah bimbingan Sang Gembala Agung, Kristus Yesus.

By Slamet Harnoto

0 Response to "Gembala yang Memersatukan "

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel