Berharap Akan Kesuksesan

4 April 2021                                                                                                                                HARI RAYA PASKAH

“Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung" (Yoh 20:6-7)


Berharap Akan Kesuksesan

Kegagalan itu nyata; demikian pula dengan keberhasilan. Terasa begitu kuat dalam diriku hal itu sejajar dengan kematian dan kebangkitan Yesus. Kematian Yesus tampak olehku merupakan kegagalan perjuangan, bahkan seluruh hidup Yesus. Itu nyata bagiku. Namun, kebangkitanNya justru sebaliknya: hidupNya tidaklah sia-sia! Itu pun terasa sungguh nyata bagiku.

Hari demi hari terasa olehku bayang-bayang kegagalan akan rencana-rencana atau tindakan-tindakanku. Perjalanan hidup selama ini mengajarkan diriku untuk memerhitungkan segala sesuatu dengan detil dan darinya membuat rancangan. Dengan cara aksi-evaluasi-aksi, aku berusaha menggapai kesuksesan. Aku tidak mau menemui jalan buntu ataupun kegagalan.

Kematian kedua orangtuaku begitu jelas menampakkan kegagalan bagi diriku. Aku dapat menghibur diriku sendiri bahwa hidup dan mati atas kehendak Tuhan. Namun tak dapat kupungkiri bahwa diriku telah gagal ... tidak dapat membuat kedua orangtuaku bahagia (menikmati hidup). Rancangan-rancangan dan tindakan-tindakanku bagi mereka terasa sia-sia. Aku sadar aku bisa berbuat lebih. Aku sadar pula aku tidak mampu.

Pengalaman dengan kedua orangtuaku yang telah tiada mengajarkanku bahwa aku menjumpai satu titik dimana aku tidak dapat berpikir dan berbuat apa-apa. Kematian mereka menyadarkan diriku akan keterbatasan “sempurna” dalam hidupku. Aku hanya dapat menundukkan kepala, meski tiada air mata menetes.

Kebangkitan Yesus menyadarkan diriku bahwa kegagalan ataupun batas “sempuna” bukanlah akhir dari segala sesuatu. Bahwa kematian itu nyata aku sadar, tetapi bukanlah akhir dari kehidupan. Hidup tidak berakhir dengan kematian. Kematian tidak dapat menghancurkan kehidupan. Kematian-kematian individual tidaklah menghancurkan kehidupan. Hidup terus berlangsung dan menampakkan dirinya yang semakin sempurna. Kematian-kematian individual menampakkan diri sebagai bagian dari proses penyempurnaan seluruh kehidupan.

Bagaikan biji yang jatuh ke tanah, mati dan tumbuh tanaman yang makin lama makin besar; demikianlah kematian individual menampakkan diri semakin menyempurnakan kehidupan. Kegagalan justru bagaikan pupuk yang menyempurnakan pohon keberhasilan. Kesia-siaan bersifat parsial. Secara menyeluruh, kegagalan justru memperbesar keberhasilan.

Itu refleksiku. Refleksiku menjadi bahwa kebangkitan Yesus mengungkapkan kebaruan dan kesempurnaan hidup. Ini tidak berhenti pada pengharapan, tetapi sekaligus realitas yang menguatkan diriku akan proses penyempurnaan hidup. SELAMAT MERAYAKAN PASKAH!

~o0o~


Penulis : Slamet Harnoto  & Publisher : Hery WW  - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Berharap Akan Kesuksesan"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel