Saling Menyucikan


1 April 2021                                                                                                                                         Kamis Putih

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu" (Yoh 13:14)

Saling Menyucikan

Apakah Anda akan marah tatkala ada orang mengingatkan Anda terkait kesalahan yang telah Anda perbuat? Akankah Anda marah tatkala ada orang memberitahu jalan atau cara yang benar dan tepat? Akankah Anda merasa dilecehkan tatkala orang dengan tulus mengulurkan tangan bagi Anda?

Dialog antara Yesus dan Petrus sangat menarik perhatianku. Yesus adalah sahabat bagi Petrus. Ia hendak membersihkan kaki Petrus, sekaligus memberitahu dan mengingatkannya. Rasa hormat yang terdalam kepada Yesus membuat Petrus menolak “uluran tangan” Yesus. Namun pesan atau ajaran Yesus terasa begitu jelas dan terngiang di telinga: “saling menyucikan”.

Komunitas-komunitas katolik seharusnya memiliki semangat kebersamaan itu. Kesucian tidaklah berarti bahwa orang terbebas dari kecenderungan jahat. Kesucian menunjuk pada pilihan-pilihan dasariah baik secara individual maupun secara bersama-sama. Ini berarti bahwa kesucian merupakan proses yang harus dijalani sepanjang hidup. Menyadari akan hidup manusiawi yang fana, kesucian manusiawi tidaklah sempurna. Allah sendirilah yang menyempurnakannya. Dialog antara Petrus dan Yesus mengungkap kesucian hidup manusiawi. Tindakan Yesus membasuh kaki Petrus dan murid lainnya mengungkapkan penyucian ilahi terhadap hidup manusiawi. Meski demikian, orang tetap dituntut untuk menyucikan diri terus-menerus.  

Fenomena penolakan Petrus terhadap “uluran tangan” Yesus yang hendak menyucikan dirinya terjadi dalam komunitas-komunitas katolik. Tidak jarang, orang katolik menolak kasih sayang yang menyucikan dirinya. Harga diri menutupi batin sehingga seseorang tetap menyimpan “sampah” dalam batinnya. Ada kecenderungan mengingkari diri sendiri yang “busuk”, daripada membuka batin untuk dibersihkan.

Fenomena Yesus dan para muridNya menunjukkan bahwa tiada seorang pun yang mampu membersihkan dirinya sendiri tanpa bantuan yang lain. Tentu, yang utama adalah tindakan Allah. Namun tidaklah dapat dipungkiri bahwa Allah berkarya melalui sesama. Berbagai kritikan dan tindakan sesama yang baik tentulah dilihat sebagai tindakan pembersihan dari Allah. Orang yang sudah mandi tentulah sudah bersih tubuhnya. Bagaimana dengan batinnya?

 

~o0o~


Penulis : Slamet Harnoto  & Publisher :Hery WW  - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Saling Menyucikan"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel