Renungan Harian Minggu Paskah III

“Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci" (Luk 24:45)

Jangan Ragu! Bersaksilah!

“Omong kosong!”, bentak seseorang yang adalah teman sekolah kakakku, yang kebetulan dekat dengan keluarga kami. Saya sudah terbiasa dengan perkataan-perkataannya. Saya kasihan, karena sebagai orang katolik ia mengatakan demikian terhadap perkataan-perkataan injili yang kusampaikan kepadanya.



Selama tiga tahun lebih di Kabupaten Bogor, tidak sedikit orang katolik yang kutemui meragukan bahkan membantah perkataan-perkataan injili yang kusampaikan. Kebanyakan dari antara mereka aku kenal rajin membaca Kitab Suci, terutama bacaan-bacaan liturgis harian. Lebih dari itu, ada sebagian yang ikut evangelisasi pribadi, bahkan kursus pendalaman Kitab Suci. Fenomena di atas tampak menggejala di tengah umat katolik selama tiga tahun lebih di Kabupaten Bogor.

Bercermin dari teks-teks injili, terasa sungguh ada penampakan berbeda tatkala orang bercermin. Orang bercermin tentulah melihat wajahnya sendiri. Tapi ada wajah lain yang dilihat tatkala orang bercermin dari teks-teks injili. Kurang lebihnya sama seperti dalam pewartaan Lukas bahwa Yesus dilihat sebagai hantu (lih. Luk 24:37). Yesus menangkap keraguan pada diri para muridNya akan kehadiran nyataNya (lih. Luk 24:38). Orang katolik, termasuk diriku, tak jarang melihat Yesus sebagai hantu dan meragukan kemesiasanNya!

Maka, titik terpenting, menurutku, adalah pemfokusan penglihatan terhadap bayangan yang ada di cermin sehingga bayangan sejati tidak terbiaskan menjadi yang lain. Segala informasi terkait teks-teks Kitab Suci tentulah sangat membantu dalam usaha ini. Orang dibantu untuk menemukan gambaran real sebagaimana ada di benak para penulis Kitab Suci. Ini bisa ditempuh dengan pengajaran terus-menerus pada jemaat katolik.

Lebih daripada itu adalah tindakan Yesus sendiri. Pengetahuan luas tentang Yesus sangatlah penting, tapi bukan yang utama. Orang dituntut keterbukaan untuk memercayai akan tindakan Yesus pada dirinya. Dibutuhkan sikap terbuka, yakni membiarkan Yesus bertindak pada dirinya, agar dapat memahami dan menerima apa yang telah digariskan secara ilahi.

Catatan Lukas menunjukkan bahwa Yesus sendirilah yang membuka pikiran para murid sehingga mampu memahami dan menerima bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bangkit pada hari ketiga sesudah kematianNya. Dalam alam pikir “superhero” umat manusia, ada yang sangat mudah memahami dan memahami, namun ada pula yang tidak dapat memahami binti menolaknya. Mungkinkah Mesias menderita sengsara dan mati? Sudah tentu Mesias dapat hidup kembali! Itulah kurang lebih dua pikiran kesuperheroan umat manusia yang kutemukan.

Berdasarkan catatan Lukas, Yesus tahu gambaran tentang hantu dari orang yang telah mati. Yesus membuka pikiran para murid dengan meyakinkan mereka bahwa yang dilihat ada di depan mereka sungguh-sungguh Guru mereka. Itu bukan hantu. Itu sungguh Yesus. Yesus menunjukkan bekas-bekas lukaNya yang telah mengering. Yesus meminta makanan kepada mereka. Dengan berbuat demikian Yesus membersihkan kehantuan dalam pikiran para murid dan meyakinkan mereka bahwa yang dilihat ada di depan mereka adalah diriNya.

Keraguan sebagai wujud ketidakpercayaan memang melekat pada umat beriman. Ini yang sering kali justru menjadi penghambat akan tugas perutusan yang melekat pada umat beriman: bersaksi! Keengganan untuk bersaksi bukanlah faktor eksternal. Dari dalam dirinya sendiri umat beriman terus-menerus dibayang-bayangi ketidakpercayaan akan kemesiasan Yesus. Kabut ketidakpercayaan ini tentulah akan dihapuskan oleh Yesus sendiri. Oleh karena itu, jangan ragu, bersaksilah pada diri sendiri dan sesama!

Penulis : Slamet Hartono & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Renungan Harian Minggu Paskah III"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel