Renungan Minggu Paskah II - Minggu Kerahiman Ilahi



“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"” (Yoh 20:19)

Damai Sejahtera bagi Kamu!

Situasi pandemi sempat begitu mencengkeram banyak orang di dunia ini. Keterancaman akan keberlangsungan hidup begitu nyata. Tidak hanya hidup individual, tetapi sekaligus kebersamaan tampak mengalami “jalan buntu”. Tidak hanya diriku, banyak orang “dituntut” untuk menghindari keramaian dan mengurung diri di rumah. Sangat terasa bagiku pergulatan setahun yang lalu antara ketakutan terkena infeksi virus corona dan kesehatan dan keselamatan orang lain. Aku yakin, banyak orang seperti diriku, mengutamakan keselamatan diri sendiri.

Setelah berlangsung setahun lebih, terasa masyarakat dari dalam dirinya sendiri sudah menata diri. Terasakan olehku kehidupan menggeliat kembali dengan kesadaran akan ancaman yang masih tetap nyata ada. Pancaran penataan Perayaan Paskah kedua di masa pandemi bagiku menampakkan akan rasa syukur atas belas kasih ilahi yang luar biasa. Kesehatan dan keselamatan yang dianugerahkan kepada umat manusia sungguh nyata. Kehadiran Yesus yang bangkit di tengah para murid tidak sekadar menunjukkan kematian yang tidak berkuasa atas Pribadi Ilahi itu. Kehadiran Yesus memberikan kedamaian dan kekuatan Roh Kudus bagi mereka.

Bekas luka di tubuh Yesus yang bangkit tidak hanya ditunjukkan kepada para murid, tetapi kepada seluruh umat manusia. Itu menunjukkan betapa belaskasih ilahi yang begitu besar terungkap di dalam penyembuhan umat manusia atas keberdosaannya terhadap kasih ilahi. Penolakan umat manusia terhadap Allah dalam tragedi penyaliban tak sebanding dengan kasih yang menyembuhkan. Damai sejahtera dianugerahkan. Lebih dari itu, hidup baru dalam Roh Kudus dianugerahkan.

Perjalanan di antara dua Perayaan Paskah pada masa pandemi menyadarkan diriku akan penghargaan setinggi-tingginya terhadap hidup ragawi. Kesehatan begitu nyata menjadi nilai utama yang menjadi prasyarat bagi kehidupan individual. Kebaruan dalam Roh Kudus sesudah peristiwa kebangkitan Tuhan mengungkapkan penghargaan atas kehidupan ragawi umat manusia. Keutuhan dan kesehatan ragawi haruslah dijaga. Orang dapat berkorban, tetapi tidak dapat dikorbankan. Salam sehat! Amin!

Penulis : Slamet Hartono & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Renungan Minggu Paskah II - Minggu Kerahiman Ilahi"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel