Allah Memerhitungkan Kebaikan

30 September 2018 Minggu Biasa XXVI 
“... barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya” (Mk 9:41) 
Allah Memerhitungkan Kebaikan 

Umat beriman tentu, sebagaimana doa Bapa Kami “... di bumi seperti di dalam surga ...”, sadar betul akan kehadiran tujuan akhir hidup manusia di dalam realitas dunia ini. Kehadirannya menggerakkan hidup umat beriman untuk menggapainya. Singkat cerita, realitas surgawi ada di dalam hidup ini. 


Satu hal penting dari ajaran Yesus sebagaimana diwartakan Markus adalah keutuhan hidup pribadi. Keutuhan hidup pribadi mengungkapkan sinergitas seluruh dimensi hidup manusia. Yesus menjadi penentu dalam hal ini. Kisah tentang bukan pengikut mengusir setan mengungkapkan gerak roh yang sama. Kuasa Yesus yang menggerakkan seseorang pada akhirnya menyadarkan para murid tentang keberadaan orang lain di dalam lingkaran sosial mereka. Orang di luar lingkaran pun menjadi bagian dalam hidup mereka. 

Sebagai yang berjuang mewujudkan kehadiran Kerajaan Allah di dunia, kelompok Yesus, sebagaimana diajarkan Yesus dalam Injil Markus, menghayati kepercayaan seperti seorang anak kecil. Tiada keraguan sedikit pun pada anak kecil untuk menjalani hidup karena keberadaan yang sungguh mengasihi dan menyayanginya. Demikian pula halnya para murid dengan Yesus. Kepercayaan penuh pada akhirnya menyatukan mereka. 

Maka, rasanya penting memerhatikan surat Yakobus yang kental menyoroti gaya hidup orang kaya. Orang kaya yang disoroti tampaknya tidak memiliki kebaikan sedikit pun terhadap mereka yang tersingkir, atau di luar lingkaran sosialnya. Mereka berfoya-foya di tengah penderitaan sesamanya. Penindasan pada dasarnya menyimpan bom waktu yang akan menghancurkan penindas. Dengan demikian, seruan surat Yakobus bagi mereka pantas diperhatikan: “... menangis dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa ...”. Tampak paradoksal, namun sangat masuk akal, bukan? 

Maka, penting pula diperhatikan umat beriman akan keyakinan bahwa Allah memerhatikan kebaikan orang. Diajarkan bahwa orang lain yang berbuat kebaikan terhadap salah seorang pengikut akan diperhatikan sungguh oleh Allah. Lingkaran Yesus memerhatikan kebaikan Allah ini. Bagaimanapun, Allah mencintai seluruh umat manusia. Selamat memasuki bulan Rosario!

By Slamet Harnoto

0 Response to "Allah Memerhitungkan Kebaikan "

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel