Salib Murid Tuhan

16 September 2018 Minggu Biasa XXIV 
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mk 8:34) 
Salib Murid Tuhan 

Kemuridan tentu tidaklah sekadar manis dan indah di bibir. Kemuridan tentunya merupakan internalisasi tatanan yang diajarkan oleh guru. Pada akhirnya kemuridan menunjuk pada pembentukan pribadi. Mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati merupakan nilai kemuridan Tuhan yang mengatasi segala nilai hidup. Konsekuensi logis dan praktis daripadanya tentulah menempatkan hidup pribadi di bawah kasih kepada Tuhan. Dengan lain kata, menyangkal diri haruslah menjadi gerak hidup seorang murid Tuhan. 


Bagi murid Tuhan, melarikan diri dari situasi negatif tidak dapat dibenarkan. Segala konsekuensi dari mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu haruslah dihadapi dan ditanggung. Nabi Yesaya dan Yesus sendiri telah memberikan contoh bagi para murid. Mereka tidak melarikan diri dari kenyataan pahit yang harus diterima dari kasih kepada Tuhan. Itulah kiranya makna dari memikul salib. 

Bagi murid Tuhan, tuntutannya adalah mengikuti ke manapun Sang Guru pergi. Itu berarti mengikuti segala contoh hidup dan perintahNya. Murid yang mengasihi tentunya akan tunduk dan taat pada segala yang dikehendaki gurunya. Inilah kemuridan yang seharusnya terjadi dalam hidup umat beriman. Bukankah begitu?

By Slamet Harnoto

0 Response to "Salib Murid Tuhan "

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel