Jangan Putus Asa

9 September 2018 Minggu Biasa XXIII
“Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikanNya mendengar, yang bisu dijadikanNya berkata-kata” (Mk 7:37) 
Jangan Putus Asa 

Terasa sungguh baik tatkala ada orang yang menyatakan kepasrahan. Orang tampak begitu yakin akan apa yang Allah kerjakan. Segalanya merupakan kehendak dan karyaNya. Namun demikian penting untuk disadari realita batin sesungguhnya. Benarkah orang itu berpasrah? Ataukah sebenarnya dia putus asa? Tidak jarang orang justru sudah habis semangat dan daya juangnya. Mau apa lagi? Tiada yang mau mengentaskan situasi ini. 


Penting diperhatikan bahwa pasrah dan putus asa merupakan dua hal yang berbeda. Orang yang berpasrah tidak akan pernah berputus asa. Ada yang tetap menjadi pengharapan. Berbeda dengan pasrah, keputusasaan menunjuk pada realitas tiadanya pengharapan. Pada ujungnya, hidup tiada bermakna. 

Sebagai orang beriman, pengharapan itu ada pada Allah. Dalam keadaan terbuang, Nabi Yesaya menyerukan kepada Bangsa Israel bahwa Allah sendirilah yang akan bertindak. Allah akan memulihkan segala sesuatu. Lebih dari itu, segalanya menjadi lebih baik. Penuturan banyak orang sebagaimana diwartakan Markus mengungkapkan tindakan penyelamatan Allah dalam dan melalui Yesus. Ia menjadikan segalanya menjadi baik. Orang tuli dijadikanNya mendengar. Orang bisu dijadikanNya berkata-kata. 

Sebagai orang beriman, tentulah kita memiliki alasan untuk berpengharapan: Yesus! Ia tidak akan membiarkan umatNya berada dalam situasi negatif (terus-menerus). Ia akan bertindak! Tentu! Yakinlah!

By Slamet Harnoto

0 Response to "Jangan Putus Asa "

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel