Pengilahian Umat Manusia

“Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku,
supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu” (Yoh 17:22) 

2 Juni 2019 Hari Minggu Paskah VII
Hari Komunikasi Sedunia

“Pengilahian Umat Manusia”

Sangat menarik mengenang suatu masa dimana saya menggeluti penangkaran tanaman. Umum dikenal istilah “pemuliaan tanaman”. Istilah ini menunjuk pada suatu usaha untuk memerbaiki varietas tanaman. Pemuliaan tanaman merupakan usaha terus-menerus terhadap berbagai varietas tanaman agar memiliki genetika yang unggul, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Bagaikan tanaman, umat beriman telah menerima “pemuliaan”. Itu berarti bahwa hidup umat beriman telah diilahikan. Pengilahian ini berkat karya penyelamatan Kristus. Pengilahian ini menyatakan kesatuan antara Allah dan umat manusia. Dalam gambaran pemuliaan tanaman, pengilahian merupakan suatu perjalanan hidup bersama umat manusia dan Allah.


Tantangan sekaligus peluang umat beriman adalah bagaimana kemuliaan yang telah diterimanya itu sungguh nyata di dalam kebersamaan hidup seluruh umat manusia yang bercirikan keanekaragaman. Umat beriman berada dalam persaudaraan ilahi seluruh umat manusia. Tak ada satu pun umat manusia, bagi umat beriman, yang terlepas dari kasih ilahi. Kasih ilahi inilah yang memuliakan hidup umat manusia sehingga ada relasi kasih antar-umat manusia. Kasih ilahi mengatasi segala sesuatu perbedaan yang sering kali justru tidak hanya merenggangkan tetapi memisahkan antar-umat manusia. Kasih ilahi menyatukan seluruh umat manusia.

Salah satu perjuangan konkret umat beriman adalah bagaimana menjalin komunikasi kasih. Orang yang mengasihi tentu memiliki ketulusan dalam sikap, tutur kata, dan tindakannya. Dalam komunikasi, orang akan tulus dalam menerima dan memahami yang disampaikan sesamanya. Kesederhanaan berpikir tidak menjadi hambatan dalam menjalin komunikasi dengan sesama. Setiap orang memiliki tanggung jawab dalam membangun komunikasi dengan tulus sehingga komunikasi kasih sungguh terwujud. Komunikasi yang intens dengan sikap mau memahami tentulah akan mengangkat wawasan orang yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, orang tidak terkungkung lagi dalam kesederhanaan berpikir, tetapi pada akhirnya memiliki keluasan dalam berpikir yang memengaruhi seluruh hidupnya. Semoga demikian!

By Samet Harnoto - Tim PARPOL  [ Partisipan Pelayan Online ]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Pengilahian Umat Manusia"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel