Menjaga Kesucian Kenisah Allah

Menjaga Kesucian Kenisah Allah (Lukas 19:45-48)

Hari ini kita bersama Gereja Katolik sedunia merayakan pesta Santa Maria Dipersembahkan kepada Allah oleh kedua orangtua-nya: St.Yoakim dan St.Anna. Dan ketika kita dibaptis, diri kita pun dipersembahkan kepada Allah dan menjadi bait suci Allah. Selama hidupnya Bunda Maria telah menjadi Bait Suci Allah yang mengandung dan melahirkan Yesus serta hidup bergantung sepenuhnya kepada kehendak Allah.
   

Hari ini injil berkisah tentang Penyucian Bait Allah. Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua pedagang dengan berkata: "Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang Penyamun." Lalu kapan kita menjadikan rumah Tuhan sebagai sarang penyamun? Yaitu ketika kita berada di rumah Tuhan tidak dengan maksud untuk berdoa. Malahan kita kurang menunjukkan sikap yang sopan dan hormat pada Tuhan. Misalnya berpakaian yang tidak pantas, mengobrol atau bermain alat-alat komunikasi modern, pikiran melamun jauh ke tempat lain, bahkan tidur sewaktu orang lain berdoa.
  

Di pihak lain ketika hati, pikiran dan tindakan kita saat ini masih penuh kebencian, dendam, ketamakan dan keserakahan maka kita sebenarnya sedang menodai diri kita dan membuat diri pribadi sebagai Bait Suci Allah menjadi sarang Penyamun. Kita masing-masing adalah Bait Allah yang diundang untuk saling menguduskan satu sama lain dalam sebuah persekutuan Bait Allah atau Gereja.
   

Semoga teguran Yesus hari ini mendorong kita untuk menggunakan tubuh kita sebagai Bait Allah di mana ada kerinduan untuk berdoa dan bertemu Tuhan di dalam diri di setiap waktu, dan menjadikan Gereja Kudus sebagai tempat persekutuan untuk berdoa dan bertemu Tuhan bersama-sama dengan saudara/i seiman.

Salam Dalam Sang Sabda.
P. Anton Ebo Resi, SVD.
Previous
Next Post »