PERCAYA KEPADA TANDA ALLAH


















PERCAYA KEPADA TANDA ALLAH (Mat 12:38-42)

Mengulangi hal yang sama kepada orang yang beku hati dan keras kepala tentu sangat menjengkelkan. Yesus mengalami peristiwa itu. Ajaran, perbuatan baik, penyembuhan orang sakit dan kerasukan setan serta mukjizat-mukjizat yang dibuat-Nya adalah tanda kehadiran Kerajaan Allah. Tetapi para ahli Taurat dan orang Farisi menutup mata dan hati terhadap semua itu. Mereka tidak percaya kepada Yesus dan segala pekerjaan-Nya. Mereka mungkin ingin Bapa di surga turun dan berkarya di tengah mereka. Padahal melihat Yesus dan pekerjaan-Nya berarti melihat Bapa. "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." (Yoh 14:9b).

Mereka tetap berkeras hati dan meminta tanda lain dari Yesus, tetapi Ia menolak memberikannya. Mereka tidak akan diberi tanda lain selain tanda Nabi Yunus. Yunus mewartakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe dan merekapun bertobat dan percaya kepada Allah. Tanpa pertobatan, mereka tidak akan bisa percaya kepada Allah dalam diri Yesus.

Allah selalu hadir dan memberikan tanda-tanda-Nya termasuk yang paling biasa, sederhana dan kecil melalui keluarga, komunitas dan teman-teman kita. Sikap selalu menuntut dan mengeluh terhadap sesama bukan saja menyiratkan rasa tidak puas melainkan juga menunjukkan sikap menolak kebaikan Allah. Sebab orang yang sulit mempercayai kebaikan sesama, dia juga sulit mempercayai kebaikan Allah.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD (QC, 21/7/14)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel