SAATNYA MEMILIH


















SAATNYA MEMILIH (Mat 10:34-11:1)

Mungkin banyak orang terkejut membaca Sabda Yesus hari ini, "Aku datang bukan untuk membawa damai, tetapi pedang." (Mat 10:34). Orang bisa saja terkejut karena Yesus selalu mengajarkan cinta kasih dan damai, tetapi Ia malah menyebut pedang yang identik dengan kekerasan. Yesus memang datang membawa pedang yang memisahkan orang karena ajaran-Nya. Ajaran-Nya tentang kesempurnaan hidup jauh berbeda bahkan bertentangan dengan yang dipraktekkan banyak orang.

Kumpulan kotbah di bukit dalam Matius bab 5-7 adalah buktinya. Berhadapan dengan ajaran-Nya, orang harus memilih. Orang tidak bisa bersikap netral. Dalam memilih itulah terjadi pertentangan bahkan di antara anggota keluarga sendiri. Ada ibu yang pendendam, tetapi putrinya murah hati dalam mengampuni. Ada ayah yang tidak jujur, tetapi putranya sangat jujur. Ada menantu putri yang kata-katanya menyenangkan, ada mertua putri yang kata-katanya menyakitkan.

Banyak contoh pertentangan yang bisa kita sebutkan. Setiap hari kita menghadapi pilihan-pilihan dan orang-orang yang perilakunya bertolak belakang. Kesetiaan kita sebagai murid Yesus teruji ketika kita tetap memilih jalan Yesus meski pilihan itu mungkin tidak populer di antara mereka yang memilih jalan lain.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD. (QC, 14/7/14)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel