TETAP BERSAUDARA MESKI BERBEDA


















TETAP BERSAUDARA MESKI BERBEDA (Mat 10:1-7)

Sikap umum yang dimiliki banyak orang adalah memilih teman atau rekan kerja yang cocok. Kecocokkan menjamin kelanggengan persahabatan dan kerja sama. Kita menemukan sikap berbeda dalam diri Yesus dalam memilih 12 orang yang dikenal dengan sebutan rasul. Kalau kita mencari tahu latar belakang 12 rasul, kita menemukan bukan hanya perbedaan tetapi juga pertentangan. Matius, si pemungut cukai dan Simon, orang Zelot adalah contohnya.

Matius adalah pemungut cukai yang bekerja sebagai pemungut pajak bagi penjahah Romawi. Matius dianggap sebagai pengkhianat bangsa. Sementara Simon, orang Zelot adalah seorang nasionalis sejati yang bersumpah untuk menghabisi setiap orang yang mengkhianati bangsanya. Seharusnya keduanya saling menjegal bahkan menghabisi. Namun hal itu tidak terjadi karena semangat Yesus mempersatukan hidup dan perutusan mereka. Sikap saling mengasihi ditempatkan di atas segalanya.

Pesan Injil hari ini selalu aktul dalam konteks hidup bersama, termasuk dalam pilpres hari ini. Berbeda tidak berarti bermusuhan. Mereka yang berbeda dengan kita bukanlah musuh, tetapi teman yang berbeda pendapat. Orang yang dewasa adalah dia yang mensyukuri persamaan dan menghargai perbedaan.

Salam Kasih Dalam Sang Sabda.

P. Yonas, SVD. (QC, 9/7/14)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel