Festival Kue Bulan

FESTIVAL KUE BULAN 

Moon Cake Festival (Mid-Autumn Festival) 

Keluarga dan sahabat merupakan elemen penting bagi Gereja Katolik dan juga bagi masyarakat Tionghoa pada umumnya , keluarga yang bahagia , rukun dan damai akan menopang Gerja menjadi kuat serta berdaya pikat menjadi saksi yang hidup di tengah2 masyarakat dan Negara . 


Salah satu tradisi yang penting dalam budaya Tionghoa adalah “Festival Kue Bulan” , saat dimana keluarga , anak , menantu , sahabat dan karib duduk berkumpul bersama bersama sambil minum teh dan makan kue bulan , dalam kesempatan berkumpul ini dapat memupuk rasa cinta kasih dan pesatuan keluarga serta kerabat dengan lebih erat , saling perduli satu sama lainnya . 

Setiap tanggal 15 bulan 8 penanggalan Imlek (tahun 2018 ini jatuh di tanggal 24 September) , masyarakat Tionghua di seluruh dunia merayakan Festival Kue Bulan. Perayaan ini merupakan salah satu TRADISI PALING PENTING dalam kebudayaan masyarakat Tionghua. . Jika ditelusuri secara sejarah, perayaan ini sudah berlangsung kurang lebih 3.000 tahun lamanya, dimulai sejak zaman Dinasti Shang, dan lebih dikenal dengan nama Zhongqiu Jie (Mid-Autumn Festival), karena memang dirayakan pada saat pertengahan musim gugur. 

Sajian khas pada perayaan ini adalah Kue Bulan. Disebut dengan Kue Bulan, karena kue ini dibuat karena terinspirasi oleh kecantikan dan keindahan bulan purnama yang bulat dan berwarna kuning keemasan. Ketika bulan sudah terlihat diatas langit, semua anggota keluarga berkumpul bersama memandang keindahan bulan yang bulat sempurna sambil memakan kue bulan dan menikmati teh hangat. 

Sedangkan bagi pasangan muda yang sedang dilanda asmara, Festival Kue Bulan juga bisa menjadi suatu acara makan malam yang ROMANTIS. Bayangkan saja ketika berduaan bersama pasangan duduk di taman, memandang bulan yang bulat sempurna, sambil menikmati kue bulan dan teh hanga 

1. Sejarah Perayaan Festival Kue Bulan 

Pada zaman Dinasti Shang, leluhur bangsa China masih menganut kepercayaan paganisme dan memuja bulan. Pada tanggal 15 bulan 8, bulan terlihat paling indah dari dataran China. Festival ini dikenal juga dengan sebutan Perayaan Pertengahan Musim Gugur (Zhong Qiu Jie), karena tanggal 15 bulan 8 merupakan pertengahan musim gugur. Pada waktu ini, para petani dalam suasana hati senang dan santai, merayakan hasil panen mereka yang berlimpah. 

Semua anggota keluarga berkumpul di halaman rumah, menyajikan kue, buah, dan sayuran hasil panen untuk memuja Dewi Bulan. Pertengahan Musim Gugur merupakan musim untuk berkumpul kembali bersama keluarga, disebut juga Bulan Yang Bulat Sempurna (Yue Yuan), keluarga pun berkumpul bersama (Ren Yuan). 

2. Cerita Hou Yi dan Chang E 

Suatu ketika di China ada 10 matahari yang bersinar bersamaan dan cuaca sangat panas dan mengakibatkan tanah kering, rumput dan tanaman mati dan sungai pun menjadi kering. Rakyat China menderita di mana-mana. 

Pada masa itu, hiduplah seorang yang bernama Hou Yi, seorang pemanah yang kuat dan ia menjinjing busurnya kemudian memanah jatuh ke 9 matahari dan menyisakan 1 yang tetap bersinar menerangi bumi. Ia menyelamatkan banyak orang, Kaisar Langit sangat terkesan dan kemudian menganugrahi dia sebuah obat ramuan ajaib yang berkhasiatkan hidup abadi. 

Tapi, Peng Meng, murid Hou Yi yang tamak menginginkan ramuan tsb. Saat Hou Yi meninggalkan rumah pergi berburu, Peng Meng dengan langkah mencuri-curi masuk ke rumah Houyi untuk mengambil obat tsb. Ia kemudian mendesak Chang’e, istri dari Hou Yi untuk menyerahkan obat tsb padanya. Dengan tidak rela dan terpaksa agar Peng Meng tidak mendapatkan obat tsb maka Chang’e meminum habis obat tsb dan seketika ia terbang ke atas langit dan hidup abadi di sana. 


Ketika Houyi pulang mendapatkan istrinya telah tiada, ia pun menangis tak henti-hentinya dan menatap ke langit. Seketika itu, ia melihat sekilas bayangan istrinya di bulan. Ia pun bersumpah setia dan mempersembahkan kue dan buah-buahan di meja altar untuk menghormati istrinya. Dan selanjutnya masyarakat Tionghoa mengenang hal tersebut dan menjadi tradisi turun temurun sekaligus untuk mengingatkan dan mempererat nilai persaudaraan dalm keluarga , kerabat dan lingkungannya , 

3.. FESTIVAL KUE BULAN 2019 KOMTIKA PAROKI HARAPAN INDAH 

Komunitas Tionghoa Katolik (KomTika) Paroki Harapan Indah Bekasi dalam program Unggulannya di tahun 2019 akan mengadakan kegiatan “Festival Kue Bulan 2019 “. 

Tujuan akan di adakannya Festival Kue Bulan di Paroki Harapan Indah Santo Albertus Agung Bekasi adalah di maksudkan untuk mempererat rasa persaudaraan keluarga , anak , orang tua , kerabat dan umat dalam kesatuan Gereja Katolik Santo Albertus Agung Bekasi 

4.. BEBERAPA JENIS KUE BULAN 






Demikian sekilas info kegiatan Komtika semoga bermanfaat !

By Bambang Sumantri - Komtika

0 Response to "Festival Kue Bulan"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel