Kesadaran Akan Ketidakberdayaan

27 Oktober 2019 Hari Minggu Biasa XXX

“Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” (Luk 18:13)



“Kesadaran akan Ketidakberdayaan”

Orang tidak lepas dari kesombongan diri. Kebanggaan akan diri sendiri tidak jarang begitu kuat memengaruhi perilaku dan sikap harian. Orang dengan mudah mengenalinya sebagai karakter. Orang dengan mudah pula emaklumi dan menerimanya.

Merefleksikan pewartaan minggu ini, rasaku pemakluman umum itu haruslah diperbaiki bagi umat beriman. Karakter atau kecenderungan diri yang dominan patut dikenali dan dikendalikan. Orang bisa memaklumi. Tetapi haruslah tetap mengambil jarak daripadanya. Orang bisa menerima, tetapi tetap harus bisa mengendalikannya. Orang harus tetap sadar dan membangun niat untuk tetap dikendalikan kuasa ilahi daripada kecenderungan-kecenderungan diri sendiri.

Doa orang pertama mengungkapkan kebanggaan diri sendiri di hadapan Allah. Ia merasa dan sadar sungguh telah menjalankan apa yang seharusnya di hadapan Allah (dan sesama). Satu catatan penting dari Penginjil adalah bahwa isi doa pertama bukanlah rasa syukur terdalam atas rahmat Allah, tetapi justru memamerkan keunggulan diri sambil merendahkan sesamanya. Di sini penting dicatat bahwa satu kesadaran yang seharusnya dikembangkan adalah ketidakberdayaan dan ketidakpantasan di hadapan kerahiman ilahi. Apakah Allah tidak mengetahui isi hati manusia sehingga tatkala disodorkan prestasi hidup rohani kemudian Allah akan melimpahkan rahmatNya? Allah yang Mahamengetahui akan senantiasa bertindak bijaksana bagi kehidupan umat manusia. Kebebasan kasih secara penuh ada pada Allah. Oleh karena itu, Ia bebas pula menganugerahkan belaskasihNya kepada umat manusia.

Maka, kesadaran ketidakpantasan haruslah didampingi dengan kesadaran akan Allah yang Mahabijaksana. Umat beriman tidak dapat memaksa Allah dengan segala kebaikan yang telah diperbuat. Allah, bagaimanapun juga, berbelaskasihan kepada semua orang, tidak hanya pada mereka yang mampu melakukan kebaikan - kebaikan. Allah adalah Allah semua orang.

Selamat merenung! Berkat Tuhan!

By Fabianus William - Tim PARPOL  [ Partisipan Pelayan Online ]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Kesadaran Akan Ketidakberdayaan"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel