Pertemuan 4 - Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Lingkungan Felisitas 2

Pertemuan terakhir BKSN IV di Lingkungan Felisitas 2 dilaksanakan pada Hari Minggu, 22 September 2019 Pukul 19.30 Wib di rumah Bp. Romy / Ibu Linda di Taman Heliconia Blok HO2 No.19 yang dihadiri oleh 22 Orang. Pada pertemuan IV kali ini yang menjadi fasilitator adalah Bp. Theodorus dengan mengambil tema “ HIKMAT ALLAH YANG TANPA BATAS “ dengan Sub temanya adalah Belajar dari Bileam dan Keledainya.  

Pada pertemuan terakhir BKSN IV kali ini menceritakan latar belakang Nabi Bileam yang berprofesi sebagai tukang tenung (dukun) berasal dari Petor ditepi Sungai Efrat dan beliau bukanlah orang Israel tetapi taat pada perintah Allah untuk tidak mengutuk Israel dan menunjukan kekuasaan Allah. Allah memberikan hikmat kepada siapapun sesuai kehendak-Nya, ini merupakan pintu masuk bagi kita untuk melihat bahwa hikmat Allah juga masuk kepada siapapun meskipun berbeda kayakinan dengan kita.

Pada kisah Bileam, bacaan Kitab Suci diambil dari Kitab Bilangan 22 : 1-18 “ Balak Memanggil Bileam “ mengisahkan orang Israel sedang melakukan perjalanan di Padang Pasir dari Mesir ke tanah terjanji. Mereka selesai mengalahkan bangsa bangsa yang mereka lewati seperti Sihon raja orang Amori dan Ong raja Basan. Sampailah mereka di desa orang Moab dan berkemah disitu yang membuat orang Moab ketakutan sebab mereka tahu kehebatan bangsa Israel. Oleh karena itu raja Moab yang bernama Balan bin Zipor mengirim utusan untuk memanggil Bileam bin Beor seorang tukang tenung dari sungai Efrat. Maksud dari pemanggilan ini adalah meminta Bileam untuk mengutuk bangsa Israel, namun usaha Balak tidak berhasil sebab Bileam menolak permintaan Balak sebab Tuhan sebelumnya berfirman kepadanya agar jangan mengutuk Israel.

Gagal dengan cara pertama maka Balak mengirimkan utusan kedua yang jumlahnya lebih banyak dengan iming iming jabatan tinggi dan upah yang sangat besar kepada Bileam dengan maksud sama yaitu memusnahkan bangsa Isreal dengan kekuatan kutukan kutukannya, karena Balak sangat yakin dengan kekuatan Bileam. Bileam tetap menerima kedatangan para utusan Balak, namun Bileam kembali menolak permintaan Balak sebab Bileam sudah mengakui Tuhan Allah Israel dan mempunyai sikap takut akan Allah. Bileam meminta para utusan untuk menunggu Firman Tuhan, tetapi meskipun Tuhan sudah datang kepada Bileam namun belum sempat Tuhan berfirman,Bileam sudah pergi terlebih dahulu dengan keledainya.

Dalam perjalanan sang keledai melihat malaikat Tuhan yang membawa pedang terhunus sehingga membuat keledai beberapa kali menyimpang perjalanannya, ke ladang,ke tembok, dan terakhir ke jalan yang sempit menyebabkan kaki Bileam terjepit. Karena jalan yang menyimpang beberapa kali maka Bileam marah dan beberapa kali juga memukul kepala keledai.

Namun pada akhirnya Bileam sadar akan apa yang sesungguhnya terjadi dan Bileam meminta petunjuk dari Allah. Ia memerintahkan kepada Balak untuk membangun  mezbah dan menyiapkan 7 ekor lembu jantan serta 7 ekor domba jantan. Kemudian Bileam berinistif naik ke atas bukit untuk bertemu dengan Allah, maka Allah melihat ketataatannya lalu menaruh perkataan-Nya kedalam mulut Bileam. Dalam sajaknya Bileam berkata “bahwa ia tidak mungkin menyerapah yang tidak diserapah Allah dan mengutuk yang tidak di kutuk Allah. Keturunan Yakub bagai debu yang tak terbilang dan bangsa Israel sangat banyak.”

Bileam mengakui Israel adalah bangsa yang besar, bangsa yang hidupnya tidak termasuk golongan bangsa kafir. Kebesaran Israel adalah suatu tanda berkat dari Allah. Dan Allah meletakan kata-kata ke dalam mulut Bileam. Nubuat Bileam menggambarkan bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih Allah, seperti hewan dengan tanduk yang dapat menghancurkan musuh, mempunyai kekuatan seperti singa betina dan singa jantan (ay. 22, 24) yang tidak istirahat sampai memakan mangsanya. Nubuat ini memperlihatkan betapa Allah menjadi kekuatan Bangsa Israel. Bileam akhirnya mengerti bahwa Allah menghendakinya untuk memberkati Israel, oleh karena itu ia tidak mencari tanda lagi.

Permenungan:
  • Hikmat Allah mampu berkarya dalam diri semua orang.
  • Allah mendidik Bileam secara bertahap untuk menjadi pribadi yang berhikmat, termasuk juga dalam bentuk teguran (melalui keledainya).
  • Hikmat dan kemahakuasaan Allah mampu mengubah kutuk menjadi berkat.
Demikianlah informasi singkat kegiatan BKSN IV Lingkungan Felisitas 2, semoga kisah kisah yang dihadapi Bileam mampu menjadi inspirasi kita dan menguatkan kita dalam menjalani hikmat yang kita dapat dari Allah .

Dokumentasi kegiatan terlampir:





By Theo Ryanto - Tim PARPOL  [ Partisipan Pelayan Online ]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Pertemuan 4 - Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Lingkungan Felisitas 2"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel