Temu PPTB se-KAJ

Hari ini, Sabtu 9/2 2019 diadakan pertemuan para tim Penggerak Pastoral Evangelisasi Tahun Berhikmat (BPTB 2019) diadakan di Aula Gereja Kramat, Jakarta Pusat. 

Hadir para perwakilan paroki dari semua dekenat di KAJ. Dari sembilan Paroki di dekenat Bekasi hadir 6 paroki termasuk Paroki Harapan Indah yang diwakili oleh Sfevanus dari Sie Pekad dan Thomas Diman dari panitia BPTB Paroki Harapan Indah. 


Keterangan fotonya diskusi per dekenat melaporkan program dari masing masing sie di Paroki pada tahun 2019

Tahun 2019, KAJ mengambil tema "Amalkan Pancasila Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat".  Tujuan pencanangan tema itu adalah mewujudkan panggilqn kita bersama menuju kepenuhan hidup kristiani dan kesempurnaan kasih....kesucian yang sempurna.  Diharapkan dengan permungan sepanjang tahun ini pribadi-pribadi, keluargsa, komunitas, dan masyarakat semakin berhikmat. 

Hikmat dimaknai sebagai kearifan yang merupakan anugerah dari Allah. Karenanya, kita sebagai umat Keuskupan Agung Jakarta diajak untuk mengolah diri dan melaksanakan gerakan baik secara pribadi maupun bersama-sama untuk menggapai hikmat atau kearifan dalam berbagai aspek hidup. Kita diundang untuk menggerakkan hidup rohanin personal secara lebih mandiri, berhikmat, dan bermartabat.

"Mari kita belajar dari panggilan Samuel" Kata Romo Agung, OFM sebagai Ketua BPTB KAJ 2019. Samuel akhirnya mwngatakan Ya Tuhan hambaMu mendengarkan. Samuel mengatakan dengan sehala disposisi pribadinya untuk menanggapi panggilan Tuhan. 

Lalu apa yang mau kita renungkan sehubungan dengan tahun hikmat ini dalam konteks mengamalkan Pancasila sila keempat? Bapa Uskup KAJ, Mgr. Ignatius Suharyo dalam satu kesempatan mengatakan bahwa kita dapat melihat empat elemen dasar dari sila keempat, yaitu kepemimpinan, musyawarah mufakat, hikmat kebijaksanaan, dan rakyat. 

"Ada jenis kepemimpinan yang kita kenal, yaitu kepemimpinan transaksional, konformitas, dan transformatif. Kata Bapa Uskup si sela-sela mengisi acara temu pastoral (tepas 2018). Kepemimpinan pertama dan kedua tidak sesuai dengan sila ke-4 Pancasila. Menurutnya lagi, "kepemimpinan transformatif menyangkut kepemimpinan yang partisipatif. Pemimpin yang memberdayakan pihak-pihak yang dipimpin." 

Dalam konteks paroki juga diharapkan demikian.  Bukan gereja yang klerikal centris tetapi menjadi gereja sebagai paguyuban bersama dimana masing masing pribadi dipanggil dengan cara dan perannya menghidupi rahmat Allah yang menyelamatkan. (Untuk point 2 sampai 4 elemen dasar sila ke-4 akan di bahas dalam berita bersambung-red).  
---
By .Thomas Diman. - Partisipan Pelayan On Line (PARPOL)

0 Response to "Temu PPTB se-KAJ"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel