Ziarah Medjugorje & Eropa Timur 2019

Catatan Harian Arif & Maria

Ini adalah kali ketiga kami mengikuti ziarah Prozitas Koperasi. Namun berbeda dengan ziarah sebelumnya yang sebagian besar pesertanya adalah umat Paroki Harapan Indah - Bekasi, kali ini pesertanya dari berbagai paroki, bahkan ada yang dari luar KAJ.


Total ada 31 peserta, 6 peserta dari Paroki Harapan Indah: Pak Bambang Sumantri & Ibu Lilis, Ibu Tari, Tante Fien, saya dan istri saya.

Acara kunjungan dan perjalanan ziarah dikelola oleh JB Tour dengan Tour Leader/ Pak Raymond dan Asisten Tour Leader/ Ibu Tesa. Turut mendampingi Romo Gregorius Supra, Pr dari Jogja.

Peserta ziarah Eropa Timur akan mengunjungi situs penampakan Bunda Maria di Medjugorje dan tempat peziarahan lainnya. Perjalanan ini akan melintasi sejumlah negara di Balkan, Eropa Timur dan Tengah yaitu:
*Kroasia
*Bosnia
*Hongaria
*Polandia
*Slovakia (hanya melintas)
*Ceko

Tidak terasa setelah menabung dan menunggu selama dua tahun, tibalah saat kami memulai peziarahan kami.

Program
D1 Sep 28-29: Jkt-Dubai-Dubrovnik
D2 Sep 29: Dubrovnik-Medjugorje
D3 Sep 30: Medjugorje
D4 Okt 1: Medjugorje-Zadar-Jastrebarsko
D5 Okt 2: Jastrebarsko-Zagreb-Budapest
D6 Okt 3: Budapest
D7 Okt 4: Budapest-Banska Bystrica-Krakow
D8 Okt 5: Krakow
D9 Okt 6: Krakow-Brno-Praha
D10 Okt 7: Praha
D11 Okt 8-9: Praha-Dubai-Jkt

Notes:
*Mohon maaf apabila ada kesalahan dlm penulisan nama, tempat & informasi

---+---



D1 Sep 28/29: Jkt-Dubai-Dubrovnik


Penerbangan Jkt ke Dubrovnik/ Kroasia menggunakan dua penerbangan dari T3 Bandara Soekarno-Hatta via Dubai. Peserta berkumpul mulai pk 20.00 di Bandara. Boarding menjelang tengah malam dan take off Minggu dini hari.

Flight details
*Jkt-Dubai EK0359 Departure 00.40 Arrival 05.35 (+ 8jam penerbangan)
*Dubai-Dubrovnik EK0140 Departure 09.00 Arrival 13.00 (+ 6 jam penerbangan)
Ada beda waktu 5 jam antara Kroasia dan WIB (Kroasia 5 jam lebih lambat).


Bandar udara internasional Dubrovnik tidak terlalu besar. Setelah proses clearance selesai kami berganti moda transportasi menggunakan bus. Seperti pada umumnya perjalanan rombongan jarak jauh, bus yang digunakan adalah jenis long coach bus. Bus inilah yang akan mengantar peserta sepanjang perjalanan ziarah kami. Nama sopir bus kami adalah Nisa (kami tidak mencatat nama lengkapnya, setidaknya itu panggilannya). Nisa berasal dari Bosnia, cukup ramah, cekatan dan helpful. 



D2 Sep 29: Dubrovnik-Medjugorje


Dubrovnik adalah salah satu gerbang negara Kroasia. Kota kecil yang kerap dijuluki sebagai "mutiara Adriatik" berada di pesisir laut Adriatik di ujung Selatan negara Kroasia tidak jauh dari perbatasan dengan negara Bosnia. Karena berada di pesisir maka temperatur udara tidak terlalu dingin.

Dubrovnik pada abad ke-9 merupakan bagian dari kekaisaran Bizantium. Abad ke-13 pada masa kekuasaan Venesia merupakan kota penting sehingga dibangun benteng di pesisir kota. Peninggalan bangunan dan benteng yang saat ini merupakan area kota lama masuk dalam daftar situs World Heritage yang dilindungi UNESCO. Kota lama Dubrovnik belakangan ini makin ramai dikunjungi wisatawan setelah sempat menjadi salah satu lokasi syuting film Game of Thrones.

Siang hingga sore hari selepas dari bandara kami menyempatkan untuk mengunjunginya dan merayakan Ekaristi yang pertama dalam rangkaian ziarah kami di gereja St. Ignasius yang berada di dalam kota lama Dubrovnik.


Perjalanan sore dilanjutkan dengan melintasi perbatasan Kroasia menuju kota Medjugorje yang berada di negara Bosnia. Saat makan malam kami tiba di Medjugorje dan menginap di Hotel Herceg.

---+---


D3 Sep 30: Medjugorje


Hari Senin ini kami seharian berziarah dan beraktifitas di Medjugorje. Bukit Podbdro adalah tempat di mana Perawan Maria (Gospa) menampakan diri kepada 6 anak (Vicka Ivankovic, Marija Pavlovic, Ivan Dragicevic, Mirjana Dragicevic, Ivanka Ivankovic, dan Jakov Colo) pada tgl 24 Juni 1981.

Sebelum kami berziarah di bukit Podbdro kami merayakan Ekaristidi sebuah kapel. Yang menarik di dalam kapel ini adalah adanya patung Yesus yang dibuat dari besi bekas kendaraan perang. Seperti kita ketahui pernah terjadi konflik dan perang saudara yang hebat di Bosnia.



Jarak dari titik drop off menuju puncak bukit sebenarnya tidak jauh dan tinggi. Namun kondisi jalan yang penuh dengan batu kapur yang tajam membuat perjalanan lambat. Jalanan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Perjalanan naik ditempuh dalam waktu 40-50 menit, turun sekitar 30-40 menit. Ada beberapa perhentian, semacam stasi untuk peziarah yang melakukan jalan salib, atau sekedar singgah berdoa. Beberapa peziarah, baik pribadi atau pun kelompokmendaraskan Doa Rosario dalam perjalanan ke puncak bukit. Beberapa peziarah yang karena lanjut usia atau tidak cukup fit tidak ikut naik, dan berdoa di bawah.


Suasana khusuk dan hening setiba di puncak bukit Podbro. Para peziarah berdoa di sekitar patung Bunda Maria dan Salib Yesus. Perjalanan turun sedikit lebih cepat namun tetap perlu berhati-hati karena jalanan yang penuh bebatuan runcing.



 Usai ziarah, kami menuju Gereja St. Yakobus  (Saint James), yang merupakan gereja utama di Mejugordje, untuk Ibadat Jalan Salib. Kami tidak beribadat Jalan Salib di dalam gereja tetapi di taman/ halaman gereja. Menutup ibadat Jalan Salib kami berdoa di sekitar patung Yesus Yang Bangkit (Risen Christ Statue). 






Setelah ibadat jalan salib adalah acara bebas, alias saatnya berbelanja oleh-oleh benda rohani.  Ada banyak toko benda-benda rohani di area pertokoan di sepanjang jalan di sekitar gereja St. Yakobus.


Namun yang lebih menarik adalah mengamati aktvitas gereja. Meski hanya beberapa jam singgah kami mengamati beberapa hal unik.

*Gereja terlihat lebih hidup dibandingkan Gereja di Eropa Barat pada umumnya. Mungkin tidak semua gereja di Eropa Timur. Namun di Gereja Sain James, Medjugorje ini kami melihat banyak umat muda dan biarawan-biarawati/ imam muda yang terlihat aktif. Tentu saja tidak semuanya adalah umat setempat namun tetap suasananya sungguh menarik/ berbeda.
*Imam di Gereja St. Yakobus menerima pengakuan dosa umat yang singgah dalam beberapa bahasa internasional (sayangnya blm ada Bahasa Indonesia). Dan bukan itu saja, pengakuan dosa tidak diterimakan dalam kamar/ bilik tetapi di pelataran gereja alias outdoor. Umat bisa melihat imam dan umat yang mengaku dosa duduk bersebelahan. Suasananya sangat rileks, jauh dari tegang seperti pada umumnya pengakuan dosa yang kita biasa lakukan (di bilik pengakuan). Lebih seperti umat yang sedang berkonsultasi. Imam-nya pun menggunakan kostum biasa (bisa jadi ada yang pakai celana jeans), namun tetap mengenakan Stola. Dan meski tidak terdengar percakapannya namun melihat prosesinya sepertinya sama seperti tata cara pengakuan dosa pada umumnya.




Senin malam ini kami masih menginap di Hotel Herceg Medjugorje.

D4 Okt 1: Medjugorje-Zadar-Jastrebarsko


Hari keempat ini kami akan menempuh perjalanan jauh (long coach) untuk menuju Budapest/ Hongaria. Namun jarak Medjugorje ke Budapest terlalu jauh untuk ditempuh dalam single trip sehingga kami akan transit untuk bermalam di Jastrebarsko.

Perjalanan menuju Hongaria dari Medjugorje berarti kembali masuk ke Kroasia. Dan arah perjalanannya kembali menyusur  pesisir laut Adriatik. Setelah 4 jam perjalanan selepas Medjugorje kami tiba di kota Zadar untuk singgah makan siang. Zadar adalah kota pelabuhan.


Usai istirahat makan siang perjalanan berlanjut. Sekitar 5 jam perjalanan menjelang petang tiba di kota Jastrebarsko untuk makan malam dan menginap di Hotel Princes yang berada di pinggiran kota.



---+---




D5 Okt 2: Jastrebarsko-Zagreb-Budapest


Kurang dari satu jam perjalanan selepas Princess Hotel kami tiba di Zagreb.


Zagreb adalah ibu kota negara Kroasia.  Pagi hari ini kami eksplorasi kota Zagreb dengan berjalan kaki (city tour). Kami mengunjungi Ban Josip Jelacic Square, Gedung Parlemen, Katedral,  Gereja St. Markus dengan ciri atap yang berwarna-warni, Stone Gate, Bloody cross/ bridge dan local market.

Geografis kota Zagreb berkontur, ada kota bawah (lower town) dan kota atas (uper town). Untuk menghubungkan bagian bawah dan atas dibangun transportasi “funicular", semacam kereta dengan hanya satu gerbong. Funicular satu kabin yang hanya muat 10 penumpang masih berfungsi sampai saat ini meski hanya untuk tujuN wisata dan sudah dilengkapi dengan motor listrik. Kami terkesan dengan keindahan kota Zagreb,  warisan sejarah,  tradisi dan kontribusi bangsa Kroasia untuk kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

Melanjutkan perjalanan dan tidak jauh dari Zagreb kami singgah di Basilika Marija Bystrica yang banyak dikunjungi peziarah yang ingin menghormati Bunda Maria dan menyaksikan patung Black Madona. Kami merayakan Ekaristi di kapel di Marija Bystrica. Setelah misa kami melanjuntukan perjalanan ke Hongaria. Saat makan malam kami tiba di Budapest dan menginap di Hotel Grand Verdi.


---+---


D6 Okt 3: Budapest


Hari kedua di Budapest kami eksplorasi kota Budapest yang dibelah oleh sungai Danube. Budapest adalah ibu kota negara Hungaria, berasal dari dua kata "Buda" dan "Pest". Kota Buda adalah sisi kota lama, banyak peninggalan sejarah dengan kontur berbukit. Pest di seberang sungai adalah area modern, bisnis dan perbelanjaan yang cenderung flat.  Kami mengikuti city tour di kedua sisi kota ini.


Di sisi Buda kami mengunjungi Citadel Hill, Fisherman’s Bastion dan Gereja King Mathias, gereja yang besar dengan atsitektur dan dekorasi yang sangat indah. Pada era di mana Gereja berhubungan erat dengan kekuasaan/ pemerintahan, Gereja King Mathias adalah salah satu gereja tempat diselenggaraan pentahbisan raja/ kaisar Hongaria. Gereja ini dibangun pada abad ke-13. Pada abad ke-16 saat penguasaan kerajaan Ottoman Turki, hampir semua gereja dihancurkan kecuali gereja ini. Selama 150 tahun difungsikan sebagai masjid, namun artefak, ornamen dal altar dirusak. Awal abad ke-19 dilakukan restorasi, bukan hanya memulihkan bangnan gereja namun menghiasnya menjadi lebih indah.


Kami merayakan misa di salah satu kapel/ gereja lama yang ada di basement.

Seusai misa kami mengunjungi Fisherman’s Bastion di samping halaman Gereja King Mathias. Dari menara Fisherman’s Bastion dapat dilihat panorama indah sungai Danube dan kota Pest yang ada di seberangnya.


Kami melanjuntukan city tour, menyeberang Sungai Danube, menuju kota Pest. Meskipun Pest banyak dominasi bangunan modern namun pusat belanja dan kantor banyak menempati bangunan lama yang juga artistik. Heroes’ Square adalah lapangan dengan monumen tujuh kesatria Hungaria dan monumen Millenium yang didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan Hungaria. Pembangunan lapangan dimulai tahun 1896. Di bagian tengah didirikan pilar/ kolom dengan puncaknya adalah patung malaikat Gabriel. 

Mengakhiri city tour kami mengikuti Danube Cruise dan menikmati panorama kedua sisi kota selama 45 menit pelayaran di sungai Danube.



---+---




D7 Okt 4: Budapest-Banska Bystrica-Krakow


Hari ini kami meninggalkan Hongaria menuju ke Polandia.


Misa Jumat Pertama diadakan pagi hari pk 06.30, sebelum sarapan. Kami menyewa meeting room di hotel.



Perjalanan ke kota Krakow di Polandia melalui Slovakia, negara kecil yang berbatasan dengan Hongaria, Ceko, Polandia dan Rumania. Di negara ini kami singgah di Banska Bystrica. Dlm perjalanan panjang antar kota selalu diselingi dengan Doa Rosario di dalam bis. Hari ini kami menyelesaikan sesi perkenalan peserta. Suasana awal ziarah yang kaku menjadi cair ketika sesama peserta saling mengenal.



Tiba di Krakow menjelang makan malam. Krakow bukan ibu kota negara Polandia (kami tidak mengunjungi Warsawa). Krakow adalah kota pertanian dan pernah menjadi tuan rumah pertemuan World Youth Day pada tahun 2016. Mayoritas orang Polandia adalah penganut agama Katolik Roma. Ada lebih dari 15ribu gereja di negara ini. Praktek ajaran Katolik makin menguat setelah Paus Yohanes Paulus II yang berasal dari Polandia. Kami akan singgah di Krakow dan menginap dua malam di Hotel Premier.


---+---


D8 Okt 5: Krakow


Pagi hari di Krakow dengan temperatur 7°C dan sepanjang hari cuaca mendung-gerimis. Hari ini kami mengunjungi dua tempat: Biara Jasna Gora di kota Czetochowa dan Sanctuarium Santa  Faustine Kowalska (Maria Faustyna Kowalska) di Krakow.


Biara Jasna Gora merupakan biara dengan area yang sangat luas dan merupakan tempat ziarah besar di Polandia. Kunjungan kami dipandu oleh Pater Simon.



Sejarah biara diawali ketika para biarawan Pauline mendirikan Biara Jasna Gora tahun 1382. Lukisan Bunda Maria Jasna Gora yang sedang memangku kanak-kanak Yesus menjadi icon biara. Tahun 1430 biara diserang perampok dan lukisan Bunda Maria dirusak/ tergores. Dua goresan di pipi kanan masih terlihat sampai sekarang setelah proses restorasi. Tahun 1655 Raja Polandia, King John Casimir menobatkan Bunda Maria Jasna Gora sebagai pelindung bangsa dan negara Polandia. Bapa Paus Yohanes Paulus II menghormati Bunda Maria Jasna Gora dan menjadikannya sebagai pelindung misi kepausannya dengan motto terkenalnya "Totus Tuus, Maria! (All Yours, Maria)".

Sore harinya kami mengunjungi Biara Kerahiman Ilahi tempat  St. Faustine dimakamkan (sanctuarium). St. Faustine lahir tahun 1905 dan meninggal tgl 5 Oktober than 1938. Kami sungguh beruntung karena dapat merayakan Ekaristi di kapel di biara ini, menghormati relikwi bertepatan dengan perayaan meninggalnya St. Faustine. Usai misa kami mengunjungi makam dan kamar tempat St. Faustine berkarya sebagai biarawati. St. Faustine meninggalkan pesan untuk menghormati dan menyebarkan devosi Kerahiman Ilahi (Doa Koronka). Beatifikasi dan kanonisasi St. Faustine ditetapkan semasa Paus Yohanes Paulus II.



---+---



D9 Okt 6: Krakow-Brno-Praha


Hari kesembilan ini kami akan menempuh long coach sekitar 500km dan berpindah dari Polandia ke Praha, ibu kota negara Chech Republic (Republik Ceko).


Republik Ceko terbentuk sebagai pembubaran negara Cekoslovakia pada tahun 1993 menjadi Republik Ceko dan Republik Slovakia.

Kami singgah di Brno untuk makan siang. Selepas Brno, kami mencoba untuk mengunjungi satu ekstra spot, Gereja Tengkorak/ Tulang (lebih tepatnya Kapel Sedlec Ossuary) ada kota Kutna Hora merupakan gereja yang dihiasi ornamen dari ribuan tulang dan tengkorak. Sayangnya kami tidak bisa masuk ke dalam gereja karena gereja sudah tutup saat kami tiba.

Tiba di Praha petang hari kami menuju Hotel Golf untuk makan malam dan beristirahat. Kami akan tinggal dua malam di Praha.


---+---


D10 Okt 7: Praha



Pagi hari ini kami mengunjungi Kastil Praha dan Katedral St. Vitus. Kastil Praha merupakan istana para raja Ceko dan presiden Ceko pernah menempatinya. Penjagaan masuk kompleks kastil cukup ketat karena beberapa area masih dipergunakan untuk kegiatan kenegaraan.


Katedral St. Vitus ada di dalam kompleks kastil. Gereja ini tidak lepas dari bagian kekuasaan pada masa kerajaan. Pentahtaan raja pada masa bohemian dilakukan di dalam gereja ini. Dan ada 14 raja yang jg dimakamkan di dalam gereja ini. Pembangunan katedral yang berarsitektur gotik ini terentang selama 500 tahun. Bagian awal katedral dibangun pada abad ke-14. Bagian sentral/ tengah dibangun pada abad ke-16. Bagian terakhir dibangun pada abad ke-19.

Melanjuntukan perjalanan, tidak jauh dari kastil, kami mengunjungi Gereja Kanak-kanak Yesus dan merayakan misa di sana. Gereja Kanak-kanak Yesus di Praha termasuk situs yang dilindungi UNESCO. Di gereja ini ditahtakan patung Kanak-kanak Yesus yang dihias dengan sangat indah.

Eksplorasi kota tua Praha sepanjang hari ini dilakukan dengan berjalan kaki. Setelah misa kami mengunjungi  Charles Bridge. Jembatan yang dibangun pada abad ke-14 pada masa Raja Charles IV, pada masanya adalah satu-satunya jembatan yang melintasi Sungai Vitava dan menjadi penghubung kastil Praha dan kota tua. Terentang sepanjang 500 meter jembatan ini dihiasi dengan 30 patung yang ada di sisi kanan dan kiri jembatan, termasuk patung St. John Nepomuk yang menjadi favorit para peziarah/ pelancong untuk menyentuhnya.

Sesudah istirahat makan siang kami lanjuntkan perjalanan, masih dengan berjalan kaki, menuju Astronomical Clock yang berada di menara di salah satu sisi Old Town Square. Astronomical Clock di Praha dibangun tahun 1410 dan saat ini menjadi astronomical clock tertua yang masih berfungsi.

Old Town Square menjadi meet point bagi peserta ziarah yang memanfaatkan free time sepanjang siang hingga sore hari. Acara hari ini ditutup dengan makan malam juga di area old town sebelum kembali ke penginapan.



---+---



D11 Okt 8/9 Praha-Dubai-Jkt



Hari ini kami meninggalkan Praha untuk kembali ke tanah air.

Setelah sarapan dan check out, pk 09.45 kami berangkat menuju bandara udara internasional Vaclav Havel Prague.
Kami berangkat lebih pagi agar lebih leluasa di bandara mengingat tidak ada group check in di Praha. Beberapa peserta tidak ikut rombongan pulang karena akan melanjuntukan perjalanan di Eropa.

Flight details.
PRG-DXB EK140 (15.55 - 23.50)
DXB-CGK EK356 (04.10 - 15.40)
Transit di Dubai 3.5jam.

Pesawat mendarat di bandara Soekarno-Hata Rabu sore dengan selamat. Dan akhirnya home sweet home.



---+---



Refleksi



Perjalanan ziarah di Eropa Timur memberikan pengalaman rohani tersendiri bagi kami.

*Peserta beragam, berasal dari berbagai paroki. Perlu waktu untuk menjalin keakraban. Jumlah peserta cukup banyak sehingga berpengaruh pada mobilitas rombongan.
*Ketika berziarah kami meninggalkan pekerjaan dan kesibukan sehari-hari. Perjalanan fisik mengingatkan kami bahwa kita semua (Gereja) sedang berziarah menuju tanah air surgawi. Ziarah merupakan manifestasi iman, latihan rohani dan lambang pertobatan.
*Meskipun romo pendamping terus mengingatkan tujuan dan makna ziarah tsb, namun kami merasakan bahwa ziarah (Eropa Timur) ini dibandingkan dengan pengalaman dua peziarahaan kami sebelumnya (Lourdes & Fatima/ Eropa Barat) dan Yerusalem, adalah yg paling “menantang”. Bukan fisik perjalanannya, namun dalam menggali makna dan memetik buah hasil ziarah. Ada dua hal penyebabnya. Pertama, ziarah Yerusalem merupakan aktualisasi fisik kisah yang ada dalam Kitab Suci (kelahiran, hidup dan wafat Yesus Kristus) sehingga sangat familiar dan langsung menyentuh. Eropa Barat, meskipun sangat sedikit, namun ada Lourders dan Fatima yang familiar. Kebetulan kami tidak familiar dengan kisah penampakan Medjugorje. Yg kedua, cukup banyak aktivitas city tour sehingga godaan rekreasi dan belanja menjadi “godaan” yang signifikan.

---+---

Galeri foto:


By Arif BS & Maria - Tim PARPOL  [ Partisipan Pelayan Online ]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Ziarah Medjugorje & Eropa Timur 2019"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel