Cuma-Cuma???...

Akhir-akhir ini sering diberitakan mengenai berbagai jenis kartu yang diberikan kepada warga (berlabel miskin) oleh pemerintah pusat atau daerah.  Kartu yang memiliki beberapa keajaiban , karena dapat memperoleh paket sembako, paket pengobatan bahkan paket uang tunai dengan cuma-cuma bagi yang warga berlabel miskin. Pengakuan mereka yang di wawancara oleh beberapa media, bahwa paket cuma-cuma itu sangat bermanfaat dan membantu. Tapi benarkah itu diberikan dengan cuma-cuma atau ada sesuatu sehingga diberikan cuma-cuma?

"Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat". Inilah tugas perutusan yang diterima para murid. Mereka diminta untuk mewartakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Kerajaan Surga  adalah sebuah realitas, di mana Allah sendiri meraja dan tidak ada yang lain. Kerajaan dunia adalah kerajaan di mana dunia, manusia khususnya, meraja dan memerintah. Kerajaan Surga adalah Kerajaan Allah. Kerajaan Surga sudah dekat, karena memang Allah menghendaki seluruh umat manusia menikmati kasih karuniaNya. Kerajaan Surga tidak menutup akal budi dan kehendak bebas untuk tetap berperan dalam panggilan kodrati umatNya. Keterpautan manusia pada kehendak Tuhan dan keinginan selalu memilih yang benar dan mulia itulah yang menjadi kekhususan dari terwujudnya Kerajaan Surga yang meraja. Kerajaan Surga sudah dekat, sekali lagi, karena Allah mengundang dan mengundang umat menikmati keadilan dan sukacita. Allah menghendaki semua orang bahagia dan selamat.
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kasih Tuhan yang menyelamatkan itulah yang hendaknya dinyatakan oleh para murid. Tuhan Yesus yang selalu memberi terbaik dan terindah dalam hidup umat-Nya hendak diwujudnyatakan oleh para murid dengan menyembuhkan mereka yang sakit, menghidupkan mereka yang telah mati dan mengusir kuasa kegelapan. Semuanya itu bisa dilakukan oleh para murid, karena memang mereka telah memperolehnya. “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-Cuma”, tegas Yesus. Tuhan Yesus telah memberikan semuanya itu, maka mereka pun diundang rela untu membagikan juga kepada orang lain. Baiklah kita ingat juga perumpamaan tentang orang yang berutang kepada raja dan mendapatkan pengampunan (Mat 18).

Karena mereka harus memusatkan pada tugas perutusan dan bukan pada hal-hal duniawi, Dia melarang mereka membawa emas, perak, dan makanan yang dapat menghalangi perutusan itu . Tuhan mengutus mereka, pasti Tuhan bertanggungjawab atas hidup mereka. Tuhan Allah akan mengatur hidup setiap orang yang mau memberikan diri kepadaNya. Kebergantungan pada kehendak dan kemauan Tuhan yang kiranya menjadi pedoman setiap langkah hidup mereka, dan bukannya perhitungan insani diri sendiri. Karena itu, jika masuk rumah dan menginap di keluarga selama tugas pengutusan, mereka harus memilih keluarga yang secara moral tak bercacat cela.  Jika mereka memberi salam kepada keluarga dan ternyata keluarga tidak layak, salam itu dapat ditarik kembali.
Saat menerima tugas perutusan baik  itu di teritorial atau di kategorial. Apakah saya dengan sungguh-sungguh melayani dengan kuasa Tuhan Yesus, melayani dengan rendah hati dan lemah lembut? Atau dengan kuasa sendiri, melayani dengan kepentingan diri dan egosentris?

Anton Suriady – Lingkungan Felicitas 3

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel