REKOLEKSI ORTU DAN WALI BAPTIS ANTUTA

Rekoleksi yang diadakan di Aula Gereja St. Albertus Harapan Indah pada hari Minggu, 16 Juni 2013 dibawakan oleh Bapak Yulius Bhele. Acara dimulai pada pukul 11.00 WIB dengan menyanyikan lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya“ serta doa pembuka oleh Ibu PCS Rosita, diikuti oleh orang tua dan wali baptis dari 19 anak yang akan di baptis pada hari Minggu yang akan datang.
 
 
Pertemuan diawali dengan pertanyaan oleh Pak Yulius : “Siapa yang baru pertama kali membaptiskan putra/putrinya?” ada 11 keluarga yang mengangkat tangan, dan berarti yang lain sudah lebih dari 2 kali.

Ketika bapak ibu mengikatkan tali cinta sebagai suami istri dalam perkawinan (dasarnya cinta kasih) yang sah (sakramental) membentuk persekutuan hidup, tidak hanya berfikir kebersamaan hidup tapi tentang punya anak dan juga pendidikan anak.
 
Pedoman utama dan pertama dalam hidup berkeluarga dan mendidik anak adalah : Kitab Suci yang dilengkapi dengan Deuterokanonika dan Ajaran Magisterium Gereja.

Anak-anak adalah karunia perkawinan yang paling luhur dan sangat berarti, bersyukurlah atas rahmat Tuhan itu, jangan lupa perhatikan hak dan kewajiban anak.
Pendidik yang utama dan pertama adalah orang tua, jangan lepas tangan dengan mengalihkan tanggung jawab kepada guru di sekolah dan pembantu di rumah.
 
Upayakan pendidikan yang utuh menyeluruh penuh tanggung jawab untuk anak-anak, terlebih pendidikan agama, jangan sudah lahir baru dididik tetapi dimulai sejak dalam kandungan.

Mengapa anak harus dibaptis? Dasar Biblisnya :
Matius 17 : 14-15 Yesus menyembuhkan anak yang sakit ayan.
Matius19 : 14 Jangan menghalang-halangi anak datang kepada Yesus.
Kisah 2:37-39 Bertobatlah dan  hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis.Menghapus dosa asal (noda yang diwariskan oleh Adam dan Hawa) 


Seharusnya 2 minggu setelah dilahirkan anak-anak langsung dibaptis, jangan menunggu sampai anak besar, karena ini adalah wujud orang tua yang tidak bertanggung jawab atas perkembangan iman anaknya. Yesus menyelamatkan semua orang baik yang sehat, yang sakit, yang sakit jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa.

 
 

 
Sakramen Baptis adalah Sakramen Inisiasi (pintu masuk ke sakramen-sakramen lain).
Peran Wali Baptis membantu orang tua :
 
Kanon 872 :
Wali baptis wajib ikut bertanggung jawab supaya rahmat pembaptisan dapat berkembang. Mereka harus mampu dan siap memberi teladan, membimbing dan mendampingi anak baptisnya pada jalan kehidupan Kristen dan memenuhi dengan setia kewajiban yang melekat pada Baptis itu.
 
Kanon 874 : Syarat –syarat menjadi wali baptis :
  • Telah menerima Sakramen Inisiasi penuh
  • Berumur minimal 17 tahun
  • Tidak dinyatakan ternoda oleh hukum kanonik (pembunuh, pemerkosa dll.)
  • Hidup berlandaskan kasih
  • Rajin doa pribadi
  • Keterlibatan dalam hidup menggereja
 
Maka jangan berhenti terus mencari, bertumbuh dan berusaha memperdalam pemahaman iman kita.

By Lydia - Sie Katekese



  

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel