Upah Memberitakan Injil



7 Februari 2021 Minggu Biasa V

“Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan” (Mrk 1:39)

Upah Memberitakan Injil

Sangat menarik memerhatikan pembicaraan sekelompok orang muda pada malam tirakatan meninggalnya bapak. Terheran diriku karena sudah tiga puluhan tahun masih terdengar, “Dapat apa kamu di sini?” Konteks pertanyaan itu jelas “menjadi Kristen”. Bapakku seorang Kristen. Sejak aku kecil pertanyaan semacam itu sering muncul dengan keterangan tambahan, “Dapat apa dengan menjadi Kristen?”

Bacaan pertama dan kedua rasaku mengingatkanku akan hidup itu sendiri. Ayub merefleksikan bahwa hidup manusia bagaikan orang upahan ["Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? (Ayub 7:1)]. Dari dulu sampai sekarang orang sibuk mengejar “upah”. Meski dengan berbagai bentuknya orang berseru, “Bosan jadi pegawai”, namun terasa sungguh bahwa orang semakin manusiawi berarti menjadi buruh yang mengejar upah. Sepertinya Paulus pun mengalami seperti yang terjadi dalam kehidupanku. Ia terus-menerus dikejar dengan pertanyaan, “Dapat apa (upahmu apa atau berapa) dengan mewartakan Injil?” Dalam surat pertamanya kepada jemaat Korintus Paulus menjawab, “Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil”(1 Kor 9:18). Upah pemberita Injil adalah kesempatan memberitakan Injil, bukan materi. Memberitakan Injil berarti terlibat dalam karya keselamatan Yesus bagi umat manusia.

Merefleksikan perjalanan Yesus, rasaku umat beriman ditantang secara konkret dalam karya pelayanan secara tulus ikhlas. Markus mewartakan bahwa Yesus dan para muridNya berkeliling mewartakan Injil. Karya penyembuhan dan pengusiran roh jahat merupakan bagian tak terpisahkan dari pengajaran Yesus. Demikian pulalah masa sekarang. Umat beriman terlibat dalam karya Yesus. Mereka tidak hanya mengajarkan kebenaran, tetapi sungguh terlibat dalam penyembuhan dan menjaga keselarasan hidup bersama di tengah pandemik ini. Apakah umat beriman mempertanyakan “Apakah upahku?”

  

Penulis :  Slamet Harnoto & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Upah Memberitakan Injil"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel