Nubuat Wafat dan Kebangkitan Yesus - Renungan Masa Prapaskah II


“Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali” (Yoh 2:19)

Nubuat Wafat dan Kebangkitan Yesus

Ketidaksetiaan kepada Allah merupakan salah satu garis merah tebal dalam sejarah keselamatan sebagaimana diceriterakan dalam alkitab dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu. Kitab Keluaran memuat pernyataan ilahi yang begitu keras terasakan olehku: “Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan Allahmu, ... membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu” (Kel 20:3-6). Kasih dan kesetiaan Allah kepada umatNya menjadi nilai tertinggi yang harus terus dijaga, diperjuangkan, dan atau dihidupi.

Sangat menarik bagiku tatkala merenungkan pewartaan Yohanes tentang “pembersihan Bait Allah”. Pernyataan “rombak dan bangun kembali Bait Allah selama tiga hari” dinyatakan Yohanes sebagai pengantar (nubuat) akan apa yang akan menimpa Yesus (cf. Yoh 2:19-21). Perilaku tidak setia umat manusia ditunjukkan dengan menjadikan Bait Allah sebagai pasar (tempat dagang). Orang tidak memikirkan Allah (bahkan dapat dikatakan & mengesampingkan Allah”). Orang tidak peduli sungguh dengan Allah. Sangat ekstrim, “manusia membunuh Allah!”

Permenunganku sampai pada nubuat kematian Yesus dalam konteks kasih dan kesetiaan Allah pada umat manusia. “Perselingkuhan” umat manusia dengan dunia begitu luar biasa sehingga Allah sendiri disingkirkan (“dibunuh”). Penyingkiran itu begitu keji. Penyaliban merupakan hukuman yang menghancurkan martabat manusia yang dikasihi Allah. Penyaliban merupakan penolakan total terhadap kasih Allah yang begitu luar biasa kepada umat manusia.
Bukankah “perselingkuhan” menghancurkan secara total kesetiaan (dan kasih)?
Tetapi Allah tetaplah Allah. KasihNya takkan pernah luntur terhadap umat manusia. Allah tetap setia.
Ia menghendaki semua orang mengasihi Dia. “Pembersihan Bait Allah” merupakan “tanda nyata”
betapa Allah menghendaki umat manusia mau kembali kepadaNya. Ini dapat juga dimengerti
sebagai tindakan Allah membersihkan batin umat manusia (karena batin sebagai Bait Allah).

Totalitas Allah dalam mengasihi umat manusia ditunjukkan dengan penyerahan diriNya sepenuh dan seutuhnya kepada kedurhakaan umat manusia (“penyaliban”).
Penting diperhatikan: Kasih Allah takkan pernah dapat dihancurkan! Kedurhakaan umat manusia tidak akan pernah dapat menghancurkan kasih ilahi. “Kematian ilahi” di kayu salib hanyalah meleburkan kedurhakaan umat manusia ke dalam kasih ilahi. Luar biasa refleksi Paulus: “kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan” (1 Kor 1:23). “Penyaliban”, hingga sekarang pun, tetap menjadi “momok” bagi hidup umat manusia. Ada sebagian orang yang hingga sekarang ini menganggap bahwa kematian nista (sebagaimana dialami Yesus) merupakan kutukan dari Allah.

Perhatikanlah bahwa “penyaliban Yesus” merupakan tindakan peleburan “kedurhakaan umat
manusia terhadap Allah” ke dalam api kasih ilahi! Maka, permenungan tentang nubuat wafat dan kebangkitan Yesus sangat penting memerhatikan kasih ilahi bagi umat manusia. Betapa orang beriman sering kali justru “selingkuh” dan memanfaatkan kesetiaan Allah kepadanya. Toh Allah tetap setia, gak apa-apa selingkuh! Gak apa-apa karena Allah pasti memaafkan! Bukankah begitu pikiran Anda, baik disadari ataupun tidak?!

Tetapi ingatlah bahwa kasih dan kesetiaan Allah itu justru yang akan meleburkan diri Anda ke dalam diriNya. Secara konkret, Anda akan terus-menerus diingatkan dan ditatapkan pada realita diri Anda akan ketidaksetiaan Anda sendiri. Anda tidak akan bisa menolak tindakan Allah yang membersihkan diri (batin) Anda!

Penulis : Slamet Harnoto & Publisher : F.X Rudy - Tim PARPOL  [Partisipan Pelayan Online]
Paroki Harapan Indah Bekasi

0 Response to "Nubuat Wafat dan Kebangkitan Yesus - Renungan Masa Prapaskah II"

Posting Komentar

Mohon berkomentar secara bijaksana, bersudut pandang positif dan menyertakan identitas di akhir komentar (walaupun fasilitas komentar tanpa nama). Satu lagi mohon tidak meninggalkan komentar spam !

Terima Kasih | Tim KOMSOS St. Albertus Agung Kota Harapan Indah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel